Viral! Gaji Pekerja Swalayan Dipotong, Kemnaker Angkat Bicara

Nasional  SENIN, 11 OKTOBER 2021 | 15:15 WIB | Irmayani

Viral! Gaji Pekerja Swalayan Dipotong, Kemnaker Angkat Bicara

Indah Anggoro Putri / Dokumentasi Instagram @Kemnaker

Media sosial dibuat viral dengan berita pekerja swalayan yang curhat tentang gajinya yang dipotong, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan klarifikasi.

Melalui akun Instagram resmi @Kemnaker, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah melalui Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri menyebutkan bahwa postingan yang diunggah Riio Nevil di media sosial terkait pekerja swalayan di Kabupaten Pringsewu yang gajinya dipotong adalah hoaks.

"Setelah kami melakukan koordinasi dan pengecekan, ternyata postingan itu hoaks dan tidak dapat dipertanggung jawabkan,"ujarnya.

Pertama, tidak ada warga Kabupaten Pringsewu atas nama Lisa Amelia. Kepastian tersebut diperoleh setelah Disnakertrans Pringsewu berkoordinasi dengan dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pringsewu.

"Jadi tidak ditemukan data atas nama Lisa Amelia sebagai warga Kabupaten Pringsewu," tambahnya.

Kedua, setelah dilakukan pengecekan ke pemilik Toko Jasmine Mart, nama Lisa Amelia tidak ada dalam daftar sebagai karyawan toko tersebut.

Ketiga, katanya, slip gaji yang diposting dalam media sosial juga tidak sama atau berbeda dengan slip gaji yang dimiliki dan keluarkan Toko Jasmine Mart.

Atas kasus tersebut, katanya pemilik Toko Jasmine Mart telah melakukan somasi kepala Riio Nevil Jarii terkait dengan postingan yang mencemarkan nama baik tokonya.

Namun, kini permasalahanya tersebut telah berakhir dnegan klarifikasi dan permintaan maaf yang dilakukan Riio Nevil Jarii kepada pemilik toko yang berujung pada perdamaian antara kedua bela pihak.

"Kedua belah pihak berdamai tanpa ada tuntutan dan disaksikan oleh Kepala Seksi Kemanan dan Ketertipan Kecamatan Pringsewu," ucapnya.

Atas kasus tersebut, pihaknya berpesan kepada siapa saja agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kalau dulu ada ungkapan "mulutmu harimaumu", maka sekaran adalah "jarimu harimaumu". Lebih bijaksana untuk menyaring tulisan-tulisan sebelum men-sharing-nya. Karena memang jari-jarimu kini menjadi "harimaumu"," pungasknya.[irm]


Komentar Pembaca