Komisi I DPR Dukung Pemerintah Lakukan Revitalisasi Sosial Media

POLKAM  SENIN, 11 OKTOBER 2021 | 09:45 WIB

Komisi I DPR Dukung Pemerintah Lakukan Revitalisasi Sosial Media

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid/Net

Kalangan dewan mendukung langkah pemerintah melakukan revitalisasi sosial media di era disrupsi digital.

Menurut Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid, kehadiran berbagai platform sosial media harus diatur dalam payung hukum yang jelas dan komprehensif, sehingga bersungsi dengan baik dan positif bagi masyarakat. 

"DPR mendorong mitra kerja pemerintah agar dapat mengawasi platform sosial media, untuk berperan optimal sebagai media yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia," kata Meutya Hafid dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/10).

Penegasan Meutya Hafid ini mengemuka dalam webinar bertajuk Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Wadah Kreativitas di Era Digital di Jakarta, Jumat (8/10). Webinar via zoom itu diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek.

Webinar itu menghadirkan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, sedangkan nara sumber diskusi adalah Sub Koordinator Penerapan Literasi Digital Kemenkominfo, Indriani Rahmawati, dan Content Creator, Ghania Harsono. 

Meutya Hafid yang merupakan politisi perempuan Partai Golkar menyebut generasi muda sebagai pengguna media sosial terbesar, harus memiliki kemampuan literasi media sosial supaya bisa menjadi pendorong bermedia sosial dengan baik.

"Literasi sosial mengapa menjadi penting, karena masyarakat saat ini sudah masuk dalam tahapan masyarakat informasi, dimana kebutuhan akan informasi menjadi hal yang utama," jelasnya.

Di samping itu, perkembangan teknologi yang pesat dan hadirnya media baru menuntut seseorang untuk bisa memiliki kemampuan literasi yang berbeda dari biasanya.

Sementara itu, Sub Koordinator Penerapan Literasi Digital, Kemenkominfo, Indriani Rahmawati mengungkapkan ada tiga unsur dalam proses literasi digital, yaitu platform, framework, dan activation.

Platform merupakan web dan aplikasi digital yang terintegrasi sebagai untuk mendalami literasi digital. Lalu, framework atau rangkaian kegiatan untuk memicu penggunaan platform dan pengembangan konten.

“Pada unsur activation, pengembangan konten literasi digital berkolaborasi dengan berbagai pihak harapannya jumlah talenta digital meningkat lebih cepat,” katanya.

Di tempat yang sama, Content Creator, Ghania Harsono dalam paparannya banyak menjelaskan tentang fungsi sosial media termasuk dampaknya.

Ia menjelaskan tentang pentingnya personal branding di sosial media yang berisi konten-konten positif dan menarik.[tyo]


Komentar Pembaca