Diwarning AS, Erdogan: Turki Bebas Beli Senjata dari Rusia

Internasional  SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 22:40 WIB

Diwarning AS, Erdogan: Turki Bebas Beli Senjata dari Rusia

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki tengah merencanakan membeli partai kedua sistem rudal canggih dari Rusia, tak peduli ada keberatan dari NATO dan Amerika Serikat (AS).

Dalam wawancara dengan penyiar Amerika CBS News, Presiden Erdogan mengatakan Turki akan membuat keputusan tentang sistem pertahanannya secara independen.

Berbicara kepada koresponden Margaret Brennan di New York pekan lalu, Erdogan menjelaskan bahwa Turki tidak diberi opsi untuk membeli rudal Patriot buatan Amerika dan AS tidak mengirimkan jet siluman F-35 meskipun menerima pembayaran sebesar $1,4 miliar.

“Di masa depan, tidak ada yang bisa ikut campur dalam hal sistem pertahanan seperti apa yang kami peroleh, dari negara mana pada tingkat apa,” kata Erdogan dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada hari Minggu. “Tidak ada yang bisa mengganggu itu. Kami adalah satu-satunya yang membuat keputusan seperti itu.”

Erdogan menantang

Anggota NATO Turki dikeluarkan dari program F-35 dan pejabat pertahanannya diberi sanksi setelah membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.

AS sangat keberatan dengan penggunaan sistem Rusia di dalam NATO dan mengatakan itu merupakan ancaman bagi F-35. Turki mengatakan, S-400 dapat digunakan secara independen tanpa diintegrasikan ke dalam sistem NATO, dan karena itu tidak menimbulkan risiko.

Tahun lalu, AS memberikan sanksi kepada Turki karena pembeliannya di bawah Undang-undang 2017 yang bertujuan untuk mendorong kembali pengaruh Rusia. Langkah itu adalah pertama kalinya undang-undang - yang disebut Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) - digunakan untuk menghukum sekutu Amerika.

Namun, Erdogan tetap menantang.

Pembicaraan berlanjut antara Rusia dan Turki tentang pengiriman gelombang kedua S-400, yang berulang kali dikatakan Washington hampir pasti akan memicu sanksi baru.

“Kami mendesak Turki di setiap tingkat dan kesempatan untuk tidak mempertahankan sistem S-400 dan menahan diri dari membeli peralatan militer tambahan Rusia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri ketika ditanya tentang komentar Erdogan.

Sebelum meninggalkan New York, Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa hubungan dengan Presiden Joe Biden belum dimulai dengan baik, meskipun apa yang disebutnya sebagai pekerjaan baiknya dengan para pemimpin AS sebelumnya selama 19 tahun memimpin Turki.

“Saya tidak bisa jujur ​​mengatakan bahwa ada proses yang sehat dalam hubungan Turki-Amerika,” kata kantor berita Anadolu mengutip Erdogan seperti dilansir Al Jazeera, Senin (27/9/2021).[ros]


Komentar Pembaca