Nah..Data Anak Buah Anies Beda dengan Kemendikbudristek

Daerah  JUMAT, 24 SEPTEMBER 2021 | 09:39 WIB | Aldi Rinaldi

Nah..Data Anak Buah Anies Beda dengan Kemendikbudristek

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI mengklaim  tidak menemukan 25 klaster COVID-19 dalam kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah secara terbatas, melainkan hanya satu siswa yang terpapar virus corona.

Kabag Humas Disdik DKI Taga Radja mengatakan, satu sekolah yang menjadi klaster COVID-19 tersebut merupakan SDN Klender 03, Jakarta Timur.

Pernyataan Taga Radja itu mengindikasikan, data yang dimiliki Disdik DKI ini berbeda dengan temuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mengungkap ada 25 klaster sekolah di Jakarta.

Anak buah Gubernur Anies Baswedan ini pun enggan memberikan komentar terkait beda data tersebut. Tapi ia memastikan, belum ditemukan adanya 25 orang baik guru dan mudir terkonfirmasi COVID-19.

"Nah, ini saya enggak berani menjawab karena itu kan (temuan) survei Kemendikbud. Tapi saya sudah coba cek ke semua wilayah, tidak ada (25 klaster)," ungkap Taga dalam keterangannya, Kamis (23/9/2021).

Lebih lanjut, Taga menuturkan, ada lima sekolah lain yang tercatat memiliki kasus virus corona selama pelaksanaan PTM namun belum disebut sebagai klaster.

Sekolah tersebut di antaranya kasus COVID-19 pada guru di SMK 66 Jakarta, siswa SDN Pondok Ranggon 02, guru SMP PGRI 20, guru SMA Negeri 25, dan siswa SMA Negeri 20.

"Biar menjadi pemahaman bersama, (temuan kasus di 5 sekolah) ini klaster rumah bukan dari sekolah," kata Taga.

Dengan adanya temuan kasus tersebut, Taga menuturkan 6 sekolah sudah sempat dilakukan penutupan sementara. Namun, saat ini PTM terbatas kembali dilanjutkan.

Lalu, Selain 6 sekolah yang tercatat kasus COVID-19, terdapat juga 1 sekolah yang terungkap melanggar protokol kesehatan, yakni SDN 05 Jagakarsa. Sampai saat ini, PTM di SDN 05 Jagakarsa masih dihentikan.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristek) melaporkan ada temuan 25 klaster COVID-19 di Jakarta dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Dari 25 klaster tersebut, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan klaster PTM terbanyak, yakni 8 klaster. Sedangkan Jakarta Timur 6 klaster, Jakarta Utara 5 Klaster, Jakarta Selatan 5 klaster dan 1 klaster di Jakarta Pusat.[ros]


Komentar Pembaca