Akuisisi Rekind oleh Pertamina Sudah Mulai Terlihat, DPR Apresiasi Erick Thohir

Ekonomi  KAMIS, 23 SEPTEMBER 2021 | 09:45 WIB

Akuisisi Rekind oleh Pertamina Sudah Mulai Terlihat, DPR Apresiasi Erick Thohir

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade/Net

Jalan terjal rencana akuisisi PT Rekayasa Industri (Rekind) dari PT Pupuk Indonesia (Persero) oleh PT Pertamina (Persero) yang masih terganjal karena adanya kendala di internal Pertamina kini telah memasuki babak baru.

Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade  menjelaskan bahwa saat Komisi VI DPR RI melakukan Forum Grup Discussion (FGD) dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Pupuk Indonesia (Persero), telah terlihat bahwa kedua perusahaan BUMN tersebut akan melakukan restrukturisasi organisasi agar dapat segera diakuisisi oleh Pertamina. 

"Untuk Menteri BUMN Pak Erick Thohir, Saya ingin mengapresiasi, dan kami kemarin telah melakukan FGD dengan teman-teman Pupuk Indonesia dan Rekind. Jadi jalannya sudah terlihat bahwa Rekind dan Pupuk Indonesia mereka akan melakukan restrukturisasi," Kata Andre dalam rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, (22/9/2021). 

Andre menjelaskan, bahwa pihaknya mendukung langkah restrukturisasi tersebut demi menyelamatkan satu-satunya perusahaan BUMN yang bergerak dibidang episi itu. 

"Kita akan mendukung langkah-langkah itu bagaimana menyelamatkan episi satu-satunya milik indonesia," Tegasnya. 

Politisi Partai Gerindra itu berharap, setelah Rekind dan Pupuk Indonesia melakukan restrukturisasi organisasi, Pertamina dapat segera melakukan akuisisi. mengingat akan ada banyak proyek-proyek pembangunan kilang yang akan dilakukan oleh Pertamina. 

"Hanya memang setelah mereka melakukan restrukturisasi insyaallah mudah-mudahan ini berhasil, tentu harpan kami yang dalam rapat kemarin itu bahwa Pak Menteri akan melakukan tindakan cepat sehingga bisa terealisasikan," Tuturnya. 

Andre menilai, Sinergi antara Rekind dengan Pertamina tersebut bisa lebih memuluskan rencana pembangunan Pertamina itu sendiri. Apalagi sekarang ada yang namanya kilang petrochemical dan lain sebagainya.

"Jadi Jangan sampai kita juga terganggu kebijakan pemerintah hanya karena satu orang yang tidak setuju, jadi perlu juga evaluasi," Tegas Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat itu. 

Seperti diketahui, rencana akuisisi PT Rekayasa Industri (Rekind) dari PT Pupuk Indonesia (Persero) oleh PT Pertamina (Persero) belum terealisasi. Hal tersebut lantaran, masih belum sejalan antara dewan komisaris perseroan yang dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan dewan direksi perseroan yang dipimpin Nicke Widyawati.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa ada beberapa inisiasi terkait strategi penyelamatan Rekind. Sebab, Rekind sendiri memiliki keahlian tersendiri dalam mengoperasionalkan perusahaannya.

Rencana akuisisi Rekind oleh Pertamina telah mencuat sejak zaman Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dia sudah sejak lama mengimbau Pertamina agar mengakuisisi Rekind agar Pertamina bisa memiliki keahlian di bidang konstruksi dan rekayasa Industri termasuk untuk membangun kilang dan infrastruktur energi lainnya.

Dahlan menuturkan, Indonesia membutuhkan perusahaan besar yang bergerak di bidang engineering, procurement, and construction (EPC) agar dapat bersaing di kancah internasional. Untuk itu, di bawah induk usaha Pertamina, Rekind diharapkan mampu bersaing dengan perusahaan EPC ternama internasional.

Secara korporasi, lanjut Dahlan, pengambilalihan Rekind itu tidak akan membebani Pertamina, sekaligus dapat mewujudkan cita-cita Indonesia untuk memiliki perusahaan EPC kelas dunia dengan mengutus Rekind dalam tender-tender yang diikuti Pertamina.

Saat itu, komposisi pemegang saham Rekind adalah PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar 90,06%, PT Pupuk Kaltim sebanyak 4,97% serta Pemerintah Indonesia sebesar 4,97%.[tyo]


Komentar Pembaca