Lewat Urban Tourism, DKI Targetkan 10 persen Wisatawan Domestik Datang

BERITA  KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 17:15 WIB | Aldi Rinaldi

Lewat Urban Tourism, DKI Targetkan 10 persen Wisatawan Domestik Datang

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata DKI Jakarta Hari Wibowo/Net

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan 10 persen dari 30 juta lebih wisatawan domestik setiap tahun untuk datang ke ibu kota lewat wisata perkotaan (Urban Tourism) yang tengah dikembangkan di beberapa wilayah.

Akan tetapi, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata DKI Jakarta Hari Wibowo menyebutkan, bahwa target tersebut adalah ketika terjadinya pelandaian COVID-19 di Jakarta.

"Kalau melandai (COVID-19) terus, kami harap makin banyak wisatawan domestik ke Jakarta, sekitar 10 persen lah dari 30 juta lebih wisatawan akan datang ke ibu kota dengan berbagai program yang dicanangkan termasuk Urban Tourism," tutur Hari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/6).

Hari menjelaskan, Urban Tourism ini, akan dibuat di lima kota administraif Jakarta yakni untuk Jakarta Barat di Kota Tua, China Town; Jakarta Pusat di Menteng, Cikini-Raden Saleh, Pasar Baru; Jakarta Utara di PIK, Pluit; Jakarta Timur di Jatinegara; Jakarta Selatan di Blok M dan Senayan.

Hal itu dilakukan untuk mendongkrak sektor pariwisata urban di Ibu Kota. Ia pun menyebut Dinas Pariwisata DKI Jakata tengah menggodok paket wisata untuk publik dengan bekerjasama pihak hotel dan kominitas pemandu wisata.

"Rencananya walking tour itu per paketnya Rp300 ribu. Namun saat ini masih dibahas untuk dimatangkan, mudah-mudahan bisa segera jalan," tuturnya.

Selain lewat urban tourism, Hari pun mengungkapkan, bahwa DKI sedang mengharapkan ada sumbangan kunjungan wisatawan dari fasilitas-fasilitas olahraga terbaru yang ada di Jakarta seperti arena equistrian, Velodrome Rawamangun, hingga Jakarta International Stadium (JIS).

"Ini juga kami mau angkat, kami harap bisa menarik pegiat olahraga untuk membuat kegiatan," tuturnya.

Dalam halniki, Hari yakin target tersebut dapat tercapi, terlebih saat ini Jakarta telah ada dan sedang dibangun beberapa proyek besar seperti MRT, LRT, hingga Revitalisasi Taman Ismail Marzuki.

"Kami yakin, terlebih jika TIM sudah terbangun dan ada berbagai kegiatan di dalamnya akan menambah jumlah wisatawan, ini seperti oase di tengah hiruk pikuk Jakarta. Bahkan saat ini dari proyek transportasi sudah banyak wisatawan yang datang ke Jakarta sampai mencoba MRT dan LRT," ungkapnya.

Diketahui, berdasarkan data BPS DKI, secara tahunan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta pada Juli 2021 sebanyak 5.471 orang lebih rendah dibandingkan Juni 2021 yang mencapai 13.483 orang.

Angka tersebut terbilang tinggi dibandingkan periode sama pada Juli tahun 2020 yakni naik 73,9 persen atau 3.146 orang.

Meski terjadi PPKM, kata Hari, lonjakan jumlah pengunjung mengindikasikan tak menguramgi animo mereka untuk datang ke Jakarta.

Peningkatan itu diperkirakan karena kepercayaan terhadap upaya pemulihan industri pariwisata melalui program kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlanjutan lingkungan (CHSE).

Sementara itu, BPS pun menyebutkan vaksinasi nasional yang gencar diperkirakan juga menjadi indikator tetap tingginya wisatawan yang akan datang.[tyo]


Komentar Pembaca