Pernyataan Pangkostrad Soal Agama Ditanggapi Sekjen PBNU

Nasional  KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 03:37 WIB | Sunarya Sultan

Pernyataan Pangkostrad Soal Agama Ditanggapi Sekjen PBNU

Foto/net

MoeslimChoice | Pernyataan Panglima Komando Staretgis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Dudung Abdurachman ditanggapi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatal Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini tentang kebenaran semua agama. Menurut Helmy, pernyataan Pangkostrad tersebut harus dipahami dalam konteks kebangsaan.

“Kita harus memahaminya dari sudut pandang kebangsaan dan kenegaraan. Semua agama sama, dalam konteks semua agama mengajarkan kebaikan. Spirit ini yang harus kita pahami bersama,” tutur Helmy, Rabu (15/9/2021).

Secara teologis, lanjut Helmy, kebenaran sebuah agama tentu ada di dalam keyakinan pemeluknya masing-masing. Namun, kata dia, hal itu berbeda jika disampaikan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tentu dałam konteks kebenaran, secara teologis itu ada di dalam keyakinan masing-masing. Itu prinsip akidah. Namun, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang bhinneka, kebenaran agama dikontekstualisasikan dalam wujud perbuatan baik dan sinergi bersama untuk membangung bangsa dan negara,” ujarnya.

Disebutkan Helmy, sikap merasa paling benar dalam beragama harus dihindari dalam konteks kebangsaan. Sebab, sikap tersebut akan melahirkan fanatisme yang akan menganggap semua yang ada di luar keyakinanya adalah salah.

“Diperlukan watak inklusivisme dalam beragama. Agama menjadi sumber yang menginspirasi lahirnya apa yang disebut sebagai perbuatan baik yang tercermin dalam wujud kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Maka, implementasi ketakwaan itu selain ibadah ritual kita semakin bagus, juga tercermin dalam relasi sosial, sedekah dan sikap kedermawanan,” jelas Helmy.

Sebagai informasi, Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 9/Lang-Lang Bhuana Kostrad di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (13/9). Salah satu pesannya kepada prajurit TNI, Dudung meminta mereka menghindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama.

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” demikian Dudung. [ary]


Komentar Pembaca