Komisi VII Minta Pemerintah Kembangkan Beberapa Platform Vaksin Merah Putih

POLKAM  KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 08:40 WIB

Komisi VII Minta Pemerintah Kembangkan Beberapa Platform Vaksin Merah Putih

Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suprawoto/Net

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyampaikan, pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini telah membawa dampak diberbagai sektor, khususnya sektor kesehatan.

Sugeng menyatakan, pemerintah telah berupaya untuk menggenjot program vaksinasi dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19 sehingga dapat terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Berbagai jenis vaksin telah didatangkan untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia yang meliputi vaksin Sinovac, Astrazeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax. Disamping strategi mendatangkan vaksin dari luar diperlukan juga upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian vaksin dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Sugeng dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Dirjen IKFT Kemenperin dan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Dirut Biotis Pharmaceuticals Indonesia di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2021).

“Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengembangkan beberapa jenis platform vaksin Merah Putih bekerjasama dengan tujuh institusi. Oleh karena itu diharapkan dukungan dan keberpihakan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia selaku pengambil kebijakan sektor perindustrian dalam rangka mendukung produksi massal vaksin Merah Putih untuk penanganan Covid-19,” ucap Sugeng.

Sugeng juga mengatakan, salah satu pengembangan platform vaksin Merah Putih yang mengalami proses paling signifikan adalah vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh UNAIR (Universitas Airlangga) yang bekerjasama dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia. Menurut timeline yang sudah direncanakan tahap Emergency Use Authorization (EUA) dan produksi massal diharapkan pada bulan Maret 2022.

“Kami berharap bahwa dukungan terhadap industri dalam negeri akan mewujudkan kemandirian bangsa dan akan mengurangi beban anggaran negara untuk penyediaan vaksin Covid-19 dari luar. Pada kesempatan (rapat) ini Komisi VII DPR RI ingin mendengarkan penjelasan langsung dari Dirut PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia terkait kesiapan perusahaan dan fasilitas produksi perusahaan yang ada dalam rangka mendukung produksi massal vaksin Merah Putih,” tuturnya.[tyo]


Komentar Pembaca