Jadi Presiden Komisaris Sentul City, Eks Pimpinan KPK Basaria Pandjaitan Banjir Sindiran

Hukum  KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 08:10 WIB

Jadi Presiden Komisaris Sentul City, Eks Pimpinan KPK Basaria Pandjaitan Banjir Sindiran

Basaria Panjaitan/Net

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M. Massardi, mengkritik Basaria Panjaitan yang saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Sentul City Tbk. Kritik dilayangkan karena rekam jejak perusahaan yang pernah melawan hukum.

Basaria merupakan Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid IV dari Polri.

"Masalahnya, perusahaan swasta yang bergerak di bidang pengelolaan dan pengolahan lahan ini dalam menjalankan usahanya terindikasi pernah melawan hukum dan semena-mena, terutama dalam membebaskan lahan milik rakyat," ujar Adhie melalui keterangan tertulis, Rabu (15/9).

Ia mendesak Dewan Pengawas KPK memeriksa Basaria dengan alasan guna mencari tahu latar belakang penunjukan Basaria. Dalam hal ini ia menyinggung kasus yang menjerat mantan petinggi Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, yang diproses oleh KPK.

Adapun Dewan Pengawas KPK hanya bisa memeriksa dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku insan komisi aktif. Hal itu berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

"Dewas harus bisa membatalkan atau memerintahkan Basaria Panjaitan untuk mengundurkan diri sebagai Preskom PT Sentul City karena, apa kata dunia, KPK sebagai lembaga hukum yang dipercaya rakyat dan pernah memenjarakan Swie Teng karena korupsi, kini (bekas) pimpinannya berbangga diri jadi karyawan orang yang pernah dipenjarakannya," ucap Adhie.

Sementara itu, Basaria enggan merespons secara spesifik tudingan Adhie tersebut. Ia hanya berujar bahwa setiap permasalahan mempunyai solusi.

"Setiap permasalahan pasti ada solusinya. Nanti kita carikan solusi penyelesaian yang terbaik," kata Basaria, Rabu (15/9).

Sentul City mendapat sorotan publik beberapa hari terakhir karena isu somasi terhadap sejumlah warga di Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Salah satu pihak yang terlibat somasi yakni Rocky Gerung.[tyo]


Komentar Pembaca