Disdik Lakukan Evaluasi Pelaksanaan PTMT

Pendidikan  RABU, 15 SEPTEMBER 2021 | 19:15 WIB | Giri Sasongko

Disdik Lakukan Evaluasi Pelaksanaan PTMT

net

Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) mulai 1 September untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 6 September untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan kota Bekasi menyatakan melakukan evaluasi secara berjenjang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah.

“Sudah berjalan dua pekan ini, kami lakukan evaluasi secara berjenjang. Sejauh ini semua berjalan dengan baik,” kata Inayatullah, Rabu (15/9/2021).

Ia menjelaskan, bahwa evaluasi sangat penting untuk dilakukan dalam menilai proses kegiatan PTM Terbatas di sekolah.

Lebih lanjut, Inayatullah mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 611 Sekolah Dasar (SD) dan 139 Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah melaksanakan PTM Terbatas.

"Evaluasinya secara umum berjalan lancar. Sekolah-sekolah menerapkan SOP yang ditetapkan," lanjutnya.

Melihat animo para orangtua dan warga sekolah, sejauh ini respon yang didapatkan sangat positif dan sangat menjaga protokol kesehatan dengan baik. Seperti diketahui, bahwa sekolah yang diizinkan untuk menggelar PTM Terbatas juga harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Persyaratan tersebut, yaitu sarana prasarana penunjang prokes, hingga sertifikasi guru untuk melakukan kegiatan pembelajaran campuran (blended learning) ataupun Sijaluring atau di Kota Bekasi dikenal dengan sebutan sistem pembelajaran luring dan daring.

"Mereka harus siap mengajar di sekolah sekaligus mengajar di rumah dalam waktu bersamaan, jika ada orangtua yang tidak mengizinkan anaknya datang ke sekolah," katanya.

Selain itu, dijelaskan Inayatullah, Dinas Pendidikan Kota Bekasi juga membentuk tim monitoring dan evaluasi PTM Terbatas.

"Sesuai SE Nomor: 421/Kep. 422. Disdik/VIII/2021 kami juga telah membentuk tim evaluasi. Masing- masing pengawas bertanggungjawab dan melakukan pengawasan di wilayah binaannya serta melakukan koordinasi dengan pihak dinas kesehatan dan wilayah, seperti Kelurahan dan Kecamatan," paparnya.

Inayatullah juga mengatakan, sekolah yang melanggar protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 sudah pasti pihaknya akan mengambil langkah dengan menghentikan sementara PTMT tersebut.

"Untuk sekolah yang melanggar prokes, kita akan tindak tegas dengan menghentikan PTMT sementara. Serta, mengevaluasi guru dan pendampingannya," pungkasnya. [irm]


Komentar Pembaca