Naudzubillah..Korban Pencabulan Oknum Guru Sakit di Kelaminnya

POLKAM  RABU, 15 SEPTEMBER 2021 | 13:43 WIB

Naudzubillah..Korban Pencabulan Oknum Guru Sakit di Kelaminnya

Biadab pria ini. Dia adalah Junaidi (22), oknum guru sebuah pondok pesantren (ponpes), dan kini telah diamankan Subdit IV Pelayanan  Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan, Selasa (14/9/2021).

Junaidi merupakan pelaku  tindak asusila di salah satu (Ponpes) di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan. Dia merupakan warga Jalan Adam Dusun Trimulyo Kelurahan, Marta Jaya Kecamatan, Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Junaidi ditangkap di kediaman salah satu orangtua korban di Kabupaten Ogan Ilir. Terbongkarnya kasus ini setelah salah satu orangtua murid melaporkan kejadian bahwa anaknya mengeluhkan sakit di kemaluannya. Setelah diperiksa dokter ternyata murid tersebut mengalami tindak asusila oleh gurunya sendiri di Ponpes AT, Kabupaten Ogan Ilir.

Orangtua korban pun melaporkan kejadian ini ke Polda Sumsel, kemudian ditindak lanjuti Subdit PPA Polda Sumsel.

"Kami menerima laporan bahwa terjadi tindak asusila terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh Pamong (Guru) sendiri. Setelah anggota kami ke lapangan setidaknya ada 12 murid yang telah cabuli oleh tersangka ini," jelas Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Sialagan di dampingi Kasubdit PPA Kompol Masnoni.

Dikatakan Hisar, sejauh ini masih 12 murid yang sudah diperiksa tapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi. Sehingga sampai saat ini pihaknya maaih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Junaidi.

Masih dikatakan Hisar, tindakan abnirmal.yang dilakukan Junaidi ini sudah sekitar satu, yakni dari Juni 2020 hingga Agustus 2021.

"Dari keterangan sementara, ada enam korban yang dicabuli pelaku, sedangkan enam korban lainya hanya  dicium pelaku mulai dari disuruh memegang alat kelamin sampai disuruh mengeluarkan sperma pelaku," katanya.

Menurut Hisar, modus tersangka dalam melakukan aksinya yakni tersangka mehampiri korban yang sedang tertidur.

Korban kemudian di panggil tersangka untuk menuruti kemauan tersangka.

"Jika korban tidak mau menuruti kemuan tersangka maka korban akan diberikan hukuman dengan cara di suruh masuk  ke dalam gudang dan di kunci," katanya.

Atas ulahnya tersangka diancam pasal 82 ayat 1,2 dan 4 Jo 76 UURI No 17 tahun 2016 tentang perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima sampai 15 tahun penjara.

Sementara itu,  Diakui Junaidi, ia melakukan tindakan asusila tersebut dengan cara mengiming - imingi uang terhadap korbannya dengan jumlah puluhan ribu. Selain itu  juga dengan ancaman.

"Saya melakukan hal itu karena ingin mendapatkan kepuasan Selain itu untuk karena merasa penasaran sehingga saya melakukan hal tersebut selama satu tahun ini," tambahnya," Rabu (15/9/2021).

Dikatakan  Warga Jalan Adam Dusun Trimulyo Kelurahan, Marta Jaya Kecamatan, Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), ia bekerja di Ponpes tersebut sudah dua tahun. " Penyimpangan ini baru terjadi satu tahun karena penasaran," ujarnya.[ros]


Komentar Pembaca