Penanganan Covid Membaik, Gubernur Minta Warga Sumut Waspada Bencana

Daerah  RABU, 15 SEPTEMBER 2021 | 12:49 WIB

Penanganan Covid Membaik, Gubernur Minta Warga Sumut Waspada Bencana

Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan penanganan Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) telah membaik. Namun ia mengingatkan masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan, dan mewaspadai cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

Gubernur Edy mengatakan, bed occupancy ratio (BOR)  kini sudah berada di angka 19 persen. Menurunnya BOR atau keterpakaian bed di rumah sakit menjadi indikator bahwa kasus Covid-19 di Sumut berangsur membaik.

Selain itu, indikator lain yang menunjukan bahwa kondisi di Sumut mulai terkendali yakni dari jumlah jenazah Covid-19 yang dikubur. Edy pun meminta semua pihak agar menjaga kondisi Sumut saat ini semakin membaik dengan mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi Covid-19.

Edy juga mengingatkan agar tidak lagi berkutat soal data yang tidak sinkron melainkan fokus melakukan perbaikan penanganan Covid-19 di seluruh Sumut.

"Perkara laporan-laporan ada beda beda sedikit tak usah diributkan, yang penting rakyat kita sehat. Data yang masih perlu diperbaiki itu tak menjadi persoalan," ujarnya.

Di bagian lain, Gubernur meminta semua elemen masyarakat di Sumut diminta siap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Karena beberapa hari terakhir cuaca ekstrem melanda.

Berdasarkan prediksi Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TReAK) di Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) curah hujan akan meningkat di bagian utara Indonesia pada September 2021.

Hujan maksimum September 2021 terkonsentrasi di pesisir barat Sumatera bagian utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan timur, serta Papua bagian utara. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumut.

"Seluruh elemen baik pemerintah maupun non-pemerintah harus bisa bekerja sama dan memiliki koordinasi yang kuat untuk mengantisipasi terjadi bencana, sehingga kita bisa merespons dengan cepat dan tepat," kata Edy, usai Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana di Apron Charlie Lapangan Udara Soewondo Medan.

Sumut berada di urutan ke-16 dari 19 provinsi yang masuk kelompok berisiko tinggi berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020. Bila dipersempit lagi, ada 13 kabupaten/kota yang masuk ke dalam kelas risiko tinggi yaitu Gunungsitoli, Mandailingnatal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Padanglawas dan Labuhanbatu. Sementara 20 kabupaten/kota lainnya berisiko sedang.[ros]


Komentar Pembaca