Dedi: Jokowi Menikmati Tindakan Refresif kepada Publik

POLKAM  SELASA, 14 SEPTEMBER 2021 | 22:55 WIB | Aldi Rinaldi

Dedi: Jokowi Menikmati Tindakan Refresif kepada Publik

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah angkat bicara terkait tindakan refresif aparat kepolisian, yang menangkap puluhan mahasiswa Univesitas Negeri Sebelas Maret (UNS) pada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjugan ke universitas ternama itu.

Menurut Dedi, mustshil jika Presiden Jokowi tidak mengetahuinya. Pasalnya Presiden saat itu sedang malakukan kunjungan di sana.

"Kondisi hari ini semua hal terbuka, mustahil Presiden Jokowi tidak tahu. Sejauh ini Presiden menikmati tindakan represif yang ditujukan pada publik," tegas Dedi saat dimintai komentarnya, Selasa (14/9/2021).

Menurut Dedi, Jokowi bukan saja terkesan anti kritik, lebih jauh daripada itu, kini dia enggan mendengar keluhan dasar masyarakat. Pasalnya, aksi penangkapan terhadap para pengkritik Jokowi terjadi bukan kali pertama.

"Tentu ini sangat mengkhawatirkan," sesalnya.

Pengamat Politik dari Universitas Telkom ini menilai rezim Jokowi sedang mempertontonkan pembungkaman kritik dari elemen masyarakat, termasuk mahasiswa yang hanya membentangkannya poster bertuliskan "Pak tolong benahi KPK" dan "Tuntaskan pelanggaran HAM di masa lalu".

"Sikap represif ini jelas upaya menekan publik agar diam, dan itu penanda kuat otoritasianism," pungkasnya.

Sebelumnya, 10 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diamankan aparat keamanan saat Presiden Joko Widodo mengunjungi kampus tersebut, Senin (13/9/2021). Para mahasiswa tersebut melakukan aksi membentangkan poster di beberapa titik, tepatnya di tepi Jalan Ir Sutami.[ros]

 


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver