Mau Umrah? Bisa Cuma Lewat Bandara Soetta

NASIONAL  SELASA, 14 SEPTEMBER 2021 | 20:40 WIB

Mau Umrah? Bisa Cuma Lewat Bandara Soetta

Bagi umat Islam yang ingin beribadah umrah, ada kabar baik. Pemerintah tengah mengupayakan jamaah Indonesia dapat melaksanakan umrah, dengan mengusulkan pemberangkatan satu pintu yaitu dari Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan karantina terpusat di Asrama Haji Bekasi.

Demikian diakatakan  Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Khoirizi, Selasa (14/9/2021).

Menurut Khorizi, pihaknya usulkan itu agar bisa masuk dalam rencana revisi Keputusan Menteri Agama Nomor 719 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Covid-19.

"Di masa pandemi, saya mengusulkan agar umrah dilakukan satu pintu. Misal, keberangkatan hanya dari Soekarno Hatta dan karantina dipusatkan di Asrama Haji. Bila melihat aturan karantina yang cukup panjang, maka kita harus menghitung kembali biayanya berapa," kata Khoirizi dalam keterangan resminya hari ini.

Khoirizi menyatakan pihaknya akan menyiapkan Asrama Haji Bekasi sebagai lokasi karantina terpusat bagi jemaah umrah. Meski demikian, biaya operasional selama bertugas dalam pengawasan karantina agar ditanggung oleh masing-masing Kementerian/Lembaga.

"Saat ini bersama-sama harus fokus bekerja dengan mengutamakan kepentingan umat," kata dia.

Lebih lanjut, Khoirizi menggarisbawahi beberapa isu yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19, yakni soal penangguhan atau suspend penerbangan ke Arab Saudi, vaksin, dan protokol kesehatan.

Khoirizi juga mengingatkan tentang protokol kesehatan yang harus dipatuhi jemaah dalam penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19.

"Banyak hal yang harus didiskusikan bersama agar umrah bisa dilaksanakan dengan baik apabila Arab Saudi membuka umrah untuk Indonesia," kata dia.

Selain teknis penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah, Khoirizi juga meminta agar revisi Keputusan Menag bisa mengakomodir mitigasi pengamanan dana jemaah umrah, serta ada upaya meningkatkan fungsi koordinasi antara pemangku kepentingan yang terlibat dalam urusan umrah.

"Kita harus mampu meyakinkan Arab Saudi bahwa Indonesia dapat memberangkatkan umrah dengan baik. Oleh karena itu, sinergitas K/L dan stakeholder lainnya sangat dibutuhkan," kata Khoirizi.[ros]

 


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver