GILA! Adam Ibrahim Rekayasa Babi Ngepet Hanya Ingin Viral

Daerah  SELASA, 14 SEPTEMBER 2021 | 16:40 WIB

GILA! Adam Ibrahim Rekayasa Babi Ngepet Hanya Ingin Viral

Adam Ibrahim / net

Adam Ibrahim merekayasa peristiwa babi ngepet di Depok, hanya karena ingin terkenal dan viral di media sosial. Hal tersebut diungkap Jaksa di Pengadilan Negeri Depok.

"Bahwa dengan sengaja terdakwa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong mengenai rekayasa adanya babi jadi jadian (babi ngepet) atau babi pesugihan tersebut maksud serta tujuan terdakwa adalah untuk mendapatkan ketenaran dan dikenal secara viral karena Terdakwa telah berhasil menangkap seekor babi jadi jadian (babi ngepet) atau babi pesugihan tersebut," ungkap jaksa Putri Dwi Astrini di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard GDC, Selasa (14/9/2021).

Padahal, lanjut jaksa, peristiwa babi ngepet itu hanyalah akal-akalan dari Adam Ibrahim sendiri. Adam menyebut babi itu adalah babi ngepet, nyatanya babi itu adalah babi biasa yang dibeli Adam secara online.

"Yang sebenarnya seekor babi yang berhasil ditangkap tersebut bukanlah seekor babi jadi-jadian (babi ngepet) melainkan adalah seekor babi hutan hidup berwarna hitam yang terdakwa dapatkan/ terdakwa beli secara online melalui media sosial Facebook di Group PASMOR seharga Rp 500 ribu dengan transaksi secara COD (Cash On Delivery) di daerah Puncak Cianjur," ucap jaksa.

Karena itu, Adam Ibrahim didakwa Pasal 14 Ayat 1 atau 2 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Sehingga dengan adanya berita yang dibuat oleh terdakwa tersebut akibat atau dampak yang dirasakan oleh masyarakat yaitu masyarakat menjadi resah, gaduh dan tidak nyaman serta tidak merasa tenang karena terdakwa membuat berita yang menciptakan pemikiran di kalangan masayarakat bahwa babi jadi-jadian atau babi ngepet itu adalah benar dan nyata ada," pungkas jaksa Putri.

Sebelumnya, terdakwa perekayasa kasus babi ngepet, Adam Ibrahim, sempat menyuruh warga untuk telanjang sebelum menangkap babi. Detik-detik peristiwa itu diungkap jaksa dalam sidang.

Awalnya Adam Ibrahim mendapatkan cerita dari warga yang sering kehilangan uang. Dia lalu memiliki ide soal babi ngepet di balik cerita warga kehilangan uang.

Adam Ibrahim pun membeli babi seharga Rp 500 ribu secara online dan mengupah 2 orang warga bernama Eka Rizky dan Didi Candra Sugiarto masing-masing Rp 200 ribu untuk mengambil babi itu. Lalu di malam harinya Adam Ibrahim melepaskan babi itu dan menyuruh warga lainnya menangkapnya.

"Terdakwa dengan mengenakan jaket warna hitam dengan membawa seekor babi hidup warna hitam tersebut keluar rumah, lalu terdakwa melepaskan seekor babi hidup warna hitam tersebut di samping kandang yang sebelumnya sudah terdakwa siapkan di Jalan Masjid Syamsul Iman RT 002 RW 004 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok," kata jaksa Alfa membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Selasa (14/9/2021).

Setelah itu, Jaksa mengungkap terdakwa lantas menghubungi saksi Adi Firmanto lewat WhatsApp. Ketika itu lah, Adam lantas memberi aba-aba kepada saksi Adi Firmanto agar 4 orang warga telanjang demi menangkap babi tersebut.

"Terdakwa chatting melalui WhatsApp serta menelpon Saksi Adi Firmanto untuk memberi aba-aba/mengarahkan saksi Adi Firmanto dengan mengatakan 'Dii.....orangnya sudah jadi babi.. langsung telanjang dan tangkap', yang kemudian 4 (empat) orang warga lainnya yakni saksi Heri Suryana, saksi Iwan Kurniawan, saksi Muhammad Risky dan saksi Farhan langsung membuka baju atau tenjang bulat sesuai dengan arahan terdakwa untuk menangkap seekor babi tersebut," ucapnya.

Setelah tertangkap, Adam lalu berpura-pura meminta agar keempat warga beserta saksi Adi Firmanto membawa tangkapan babi tersebut ke kandang yang sudah ia siapkan. Tak hanya itu, terdakwa juga meminta agar saksi melemparkan garam hingga memukuli babi tersebut dengan lidi.

"Terdakwa berpura-pura menyuruh para saksi tersebut untuk memasukkan seekor babi tersebut ke dalam kandang yang terbuat dari bambu kuning yang terdakwa siapkan sebelumnya di samping rumah kontrakan terdakwa, selanjutnya kepada saksi, terdakwa mengatakan 'Ini dia babi yang selama ini kita tunggu-tunggu yang telah mengambil uang warga!!'. Setelah itu terdakwa menyuruh Saksi Adi Firman untuk melempar garam ke tubuh seekor babi tersebut," ujarnya.

"Setelah babi tersebut lemas terdakwa menyuruh memukuli seekor babi tersebut dengan menggunakan lidi dari pohon aren agar babi tersebut tidak menghilang," lanjut Jaksa. [irm]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver