Berdalih Tagih Hutang, Satu Keluarga di Bekasi Dikeroyok

Daerah  SELASA, 14 SEPTEMBER 2021 | 13:15 WIB | Giri Sasongko

Berdalih Tagih Hutang, Satu Keluarga di Bekasi Dikeroyok

net

Unit Reskrim Polsek Medansatria menangkap 6 orang tersangka penganiayaan terhadap satu keluarga di Jalan Mawar Indah, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria Kota Bekasi pada Jumat (10/9/21) lalu.

Para tersangka berinisial AJ (28), ES (28), OS (33), SM (20), MA (23) dan BP (17) digelandang ke Mapolsek setelah sebelumnya menjadi sasaran amukan warga yang kesal pada para tersangka.

"Mereka melakukan kekerasan dengan golok ini digunakan untuk melakukan penusukan di lengan kiri, ada juga pelaku yang menyetrum istri korban dan ibu korban serta menggunakan semprotan cabai," ujar Kapolsek Medansatria, Kompol Agus Rohmat.

Kejadian berawal ketika pada hari Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 09:00 WIB, pelaku AJ menghubungi korban berinisial T untuk melakukan pertemuan. Pelaku mengajak korban bertemu pada tengah malam di rumah korban T, lalu pelaku juga menghubungi teman-temannya untuk membantu dengan alasan akan menagih hutang.

Kemudian 2 orang teman pelaku siap mambantu dan AJ meminta kepada pelaku MA untuk menyiapkan kendaraan dan AJ menyiapkan alat berupa semprotan cabe, borgol, tali tambang, alat setrum, pisau, golok, tangga, sarung tangan, lakban dan senpi rakitan.

"Untuk diketahui bahwa teman-teman pelaku tidak mengetahui bahwa pelaku utama berinisial AJ itu justru yang punya hutang sebesar Rp900 juta. Setelah tiba di rumah, terjadilah pengeroyokan terhadap korban, istri korban serta ibu korban," tambahnya.

Kendaraan roda empat yang digunakan pelaku diduga milik pacar salah satu pelaku berinisial M. Kendaraan mereka saat menyambangi rumah korban menggunakan plat palsu.

"Senjata api rakitan yang digunakan pelaku ditemukan di mobil dan dimiliki AJ yang merupakan pelaku utama," imbuhnya.

Antara korban dan pelaku sebenarnya sudah saling mengenal. Pelaku memiliki hutang kepada korban sebesar Rp900 juta terkait dengan investasi usaha antara pelaku dan korban.

"Pelaku awalnya datang ke rumah korban untuk melakukan intimidasi kepada korban agar hutangnya tidak ditagih lagi," jelasnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP junto pasal 56 KUHP dan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara dan UU Darurat pasal 1 ayat (1) nomor 12 tahun1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. [irm]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver