PPKM Jawa-Bali Resmi Diperpanjang, Ini Aturan Barunya

NASIONAL  SELASA, 14 SEPTEMBER 2021 | 09:30 WIB | Aldi Rinaldi

PPKM Jawa-Bali Resmi Diperpanjang, Ini Aturan Barunya

Net

Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 20 September mendatang. Namun demikian ada yang berbeda dengan PPKM kali ini yaitu, ada sejumlah aturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah.

Diantaranya, pemerintah menerapkan kebijakan ganjil genap pada daerah-daerah tempat wisata. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat.

"Penerapan ganjil-genap akan diberlakukan pada daerah-daerah tempat wisata mulai jumat pukul 12.00 sampai dengan minggu pukul 18.00," ujar Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers, Senin (13/9).

Tak hanya itu, pemerintah juga akan menambah lokasi tempat wisata yang akan dibuka dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi pada kota-kota yang berada pada PPKM level 3.

Sementara itu, Luhut juga menyoroti di beberapa wilayah yang terjadi peningkatan mobilitas cukup masif utamanya terjadi di beberapa lokasi wisata. Seperti Pantai Pangandaran yang dipenuhi pengunjung dari Bandung Raya, Tasikmalaya, dan Jabodetabek.

Kondisi ini, kata Luhut, berpotensi menyebabkan penyebaran kasus impor bagi daerah tersebut. Terlebih ditambah lemahnya protokol kesehatan.

Kemudian, lanjut, Luhut, tingkat okupansi hotel di kawasan Wisata Pangandaran juga hampir penuh. Hal ini berlawanan dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur terkait kapasitas hotel yang diperbolehkan.

"Untuk itu Pemerintah Pusat terus mendorong agar Pemerintah Daerah memahami dan mengawasi kondisi ini dan melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk pengabaian peraturan mengenai PPKM ini," tegasnya.

Selain itu, bioskop dan pusat perbelanjaan juga mulai dibuka kembali pada penerapan PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa dan Bali periode 14 - 20 September 2021. Luhut menjelaskan bahwa pembukaan bioskop hanya dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota level 3 dan level 2.

"Tentu saja dengan kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi serta penerapan Protokol Kesehatan yang ketat. Hanya yang kategori hijaulah yang dapat memasuki area bioskop," papar Luhut.

Koordinator Penanganan COVID-19 wilayah Jawa-Bali ini pun kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terlalu euforia dan tetap disiplin menerapkan prokes dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Lengahnya penerapan protokol kesehatan, lanjut Dia, sangat berbahaya karena dapat mengundang gelombang lonjakan COVID-19 kembali.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga memaparkan pencapaian dari penerapan PPKM Level 4, 3, dan 2 periode 6 - 13 September 2021 terhadap kondisi pandemi di Indonesia.

Saat ini, perkembangan kasus secara nasional terus menunjukkan perbaikan yang signifikan dan capaian yang membaik. Kondisi itu terlihat dari penurunan tren kasus konfirmasi nasional hingga 93,9 persen dan secara spesifik di Jawa-Bali turun hingga 96 persen dari titik puncak pada 15 Juli 2021.

"Yang tidak kalah penting kasus aktif di bawah 100.000 hari ini. Namun, ketidakhati-hatian kita juga harus jadi perhatian," tandas Luhut. [Irm]


Komentar Pembaca