Tak Terima Disebut Propaganda, Upin & Ipin Bantah Ketua KPI

Islamtainment  SENIN, 13 SEPTEMBER 2021 | 18:40 WIB | Rosy Idah

Tak Terima Disebut Propaganda, Upin & Ipin Bantah Ketua KPI

Saat dengar Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio menyebut bahwa Serial Kartun Upin Ipin merupakan propaganda Pemerintah Malaysia, Kamis (9/9/2021),  banyak orang tersenyum kecut. Naif, sih!

Apalagi hari ini, Senin (13/9/2021), ada postingan di Akun Facebook Upin & Ipin yang merupakan bantahan atas tuduhan sang Ketua KPI itu.  Bantahan disampaikan Tim produksi serial Upin & Ipin, di mana mereka menolak serial animasi tersebut itu disebut propaganda Malaysia.

Berikut bantahan dari pihak Upin & Ipin:

It is undeniable that ‘Upin and Ipin’ is very popular among children in Malaysia and a few countries in the region. However, at the end of the day, it is a show that carries so many moral values as well as life lessons.

It is not really propaganda. It is just a great show with great intentions.

https://worldofbuzz.com/the-chairman-of-indonesian-broadcas…


Artinya: Tidak dapat dipungkiri bahwa 'Upin dan Ipin' sangat populer di kalangan anak-anak di Malaysia dan beberapa negara di kawasan ini.  Namun, pada akhirnya, ini adalah pertunjukan yang membawa begitu banyak nilai moral sekaligus pelajaran hidup.

Ini sebenarnya bukan propaganda. Ini hanya pertunjukan hebat dengan niat besar.

Pernyataan santun namun tegas itu mendapat dukungan banyak netizen di kolom komentarnya, terlebih para warganet Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, saat menjadi tamu dan diwawancara Deddy Corbuzier di YouTube, Kamis (9/9/2021), Agung mengatakan bahwa animasi Upin & Ipin membawa misi mengenalkan citra Malaysia kepada dunia luar yang multikultural, ramah, dan religius.

"Upin-Ipin itu bisa dikatakan propaganda, propaganda yang positif. Upin-Ipin itu bisa mengenalkan Malaysia atau citra Malaysia kepada dunia luar yang multikultural, sopan, ramah dan religius," kata dia.

Lalu Agung melanjutkan,"Lu tahu enggak Ipin Upin? Itu disubsidi oleh Pemerintah Malaysi. Jadi, ya propaganda pada akhirnya."

Dikatakan Agung, produksi kartun dalam negeri di televisi Indonesia tidak sebanyak yang dari luar karena biaya pembuatan kartun terbilang mahal.

KPI tidak bisa memaksa saluran televisi menayangkan kartun buatan dalam negeri karena proses produksi yang mahal. Karenanya, stasiun televisi Indonesia jarang menayangkan kartun buatan Indonesia.

"Tadi gue jelaskan, biaya produksinya mahal banget. Jadi lebih baik dibeli dari luar, tinggal tayang. Itu lebih murah buat dia [stasiun televisi]." kata dia.

Sejak pertama tayang di Indonesia pada 2007, Serial Kartun Upin & Ipin langsung merebut hati publik Indonesia. Tidak saja anak-anak, remaja dan orang dewasa pun menyukai tayangan ini. Di samping bahasanya yang enak didengar, isi cerita juga sangat menarik, mendidik sekaligus menghibur.

Upin & Ipin merupakan dua saudara kembar, yang betul-betul mewakili keseharian anak-anak. Mereka tinggal di daerah pinggiran yang kawasannya masih asri dan semua warganya saling kenal.

Sebagai anak yatim piatu,  Upin dan Ipin dibesarkan oleh nenek bersama Kak Rose. Serial animasi ini banyak mengisahkan perjalanan dan hikmah hidup yang didapat Upin dan Ipin serta lingkungannya dalam kehidupan sehari-hari.[ros]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver