Target Selesai Akhir Tahun, Pembangunan Jakarta International Stadium Sudah 69,85 Persen

BERITA  SENIN, 13 SEPTEMBER 2021 | 11:45 WIB

Target Selesai Akhir Tahun, Pembangunan Jakarta International Stadium Sudah 69,85 Persen

Pembangunan Jakarta International Stadium/Net

Pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021 ini.

Hingga September 2021, pembangunan stadion yang terletak di Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, itu sudah mencapai kemajuan 69,85 persen, meskipun saat ini dalam masa Pandemi Covid-19

"Rencananya diresmikan Desember 2021," kata Direktur Proyek JIS PT Jakpro Iwan Takwin saat dihubungi, Minggu (12/9).

Iwan mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mengejar target pembangunan agar JIS dapat diresmikan sesuai rencana.

"Jadi pekerjaan-pekerjaan seperti tribun, lapangan utama, kemudian fasilitas-fasilitas pertandingan, itu sekarang sementara kita kejar untuk diselesaikan," kata Iwan. "Intinya, yang utama kita kejar, terutama untuk fasilitas-fasilitas pertandingan."

JIS menjadi pengganti dari stadion Lebak Bulus yang diubah dan dipergunakan sebagai stasiun MRT Jakarta koridor utara-selatan. Perencanaan pembangunan stadion sepak bola di Jakarta itu dilakukan sejak 2009. Pembangunan JIS diperkirakan menelan anggaran Rp 4,5 triliun dengan sumber pendanaan seluruhnya dari APBD DKI Jakarta melalui penyertaan modal daerah (PMD).

Pergub Nomor 14 Tahun 2019 menyebutkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan penugasan kepada PT Jakpro untuk membangun JIS. Nantinya, JIS tidak hanya ditujukan sebagai stadion bagi warga Jakarta, tapi JIS juga ditujukan menjadi pusat pariwisata berskala internasional.

JIS merupakan stadion berstandar internasional, berstandar FIFA dengan konsep Green Building level Platinum Grade. Stadion ini mampu menampung kapasitas penonton hingga 82.000 orang dengan atap buka-tutup, fasilitas sky viewing deck, dan rumput hybrid pertama di Indonesia.

Penunjukkan Jakarta Utara sebagai lokasi JIS, menurut Pemprov DKI, karena Jakarta Utara merupakan wilayah kota dengan jumlah penduduk miskin kedua tertinggi di Jakarta pada tahun 2019. Sebab itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pemerataan pembangunan fisik, sosial, dan ekonomi di area tersebut.[tyo]


Komentar Pembaca