Dua Hal Ini Bikin Rezeki Lancar dan Barokah

Kajian  JUMAT, 10 SEPTEMBER 2021 | 14:10 WIB

Dua Hal Ini Bikin Rezeki Lancar dan Barokah

Tidak ada alasan umat Islam untuk pusing memikirkan soal rezeki. Sebab Allah SWT menjamin ada rezeki bagi setiap hamba-Nya, terutama hamba-hamba yang rajin bekerja sebagaimana firman Allah:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
 "Dan tiada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya" QS. Hud:6).

Dalam Surat itu tersirat bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berusaha atau bekerja. Dan agar rezeki lancar, ada dua hal yang mesti dilakukan.:

PERTAMA: Memperbanyak Istighfar, memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
Dalam Surah Nuh, Allah menceritakan wasiat yang disampaikan Nabi Nuh ‘Alaihis Salam kepada umatnya:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai,” (QS. Nuh: 10–12).

Ada sebuah kisah dari Hasan Al-Bashri yang menunjukkan bagaimana manfaat rajin Istighfar,

“Ada orang pernah mengadukan kepada Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Hasan menasihatkan, ‘Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah’.”

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Hasan menasihatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah.”

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Hasan menasihatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah.”

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Hasan menasihatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah.”

Kemudian setelah itu Hasan Al-Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari, 11/98)

KEDUA: Berdoalah dengan beberapa doa memohon diberi kelancaran rezeki, di antaranya:

1. Berlindung dari kefakiran. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi ﷺ berdo’a, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kemiskinan, kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu jangan sampai aku mendzalimi atau didzalimi,” (HR. Ahmad 8053, Abu Daud 1546 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

2. Doa agar semua utang dilunasi dan dihindarkan dari kefakiran. Nabi ﷺ menyarankan, jika kita hendak tidur, dianjurkan miring ke kanan, kemudian membaca doa, “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Quran). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran,” (HR. Muslim 2713).

3. Berlindung dari kelilit utang dan kedzaliman manusia. Rasulullah ﷺ bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia,” (HR. Abu Dawud 1557).

4. Doa mohon rezeki yang halal. Nabi ﷺ membaca doa berikut, setelah salam shalat shubuh, “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik),” (HR. Ibnu Majah 925 dan dishahihkan Al-Hafizh Abu Thahir).

5. Memohon kecukupan dengan yang halal. Dari hadis Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi ﷺ pernah mengajarkan doa berikut, “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu,” (HR. Ahmad 1319, Tirmidzi 3563 dan dihasankan al-Hafizh Abu Thahir).

6. Memohon harta yang diberkahi, “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.” Nabi ﷺ pernah mendoakan sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu dengan doa ini. (HR. Bukhari dalam shahihnya 1982 dan Bukhari Adabul Mufrad 653 dan dishahihkan al-Albani).

7. Meminta rezeki ketika shalat. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, ketika duduk antara dua sujud, Nabi ﷺ membaca doa, “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku,” (HR. Ahmad 2895). [ros]

MoeslimChoice.Tidak ada alasan umat Islam untuk pusing memikirkan soal rezeki. Sebab Allah SWT menjamin ada rezeki bagi setiap hamba-Nya, terutama hamba-hamba yang rajin bekerja sebagaimana firman Allah:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
 "Dan tiada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya" QS. Hud:6).

Dalam Surat itu tersirat bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berusaha atau bekerja. Dan agar rezeki lancar, ada dua hal yang mesti dilakukan.:

PERTAMA: Memperbanyak Istighfar, memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
Dalam Surah Nuh, Allah menceritakan wasiat yang disampaikan Nabi Nuh ‘Alaihis Salam kepada umatnya:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai,” (QS. Nuh: 10–12).

Ada sebuah kisah dari Hasan Al-Bashri yang menunjukkan bagaimana manfaat rajin Istighfar,

“Ada orang pernah mengadukan kepada Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Hasan menasihatkan, ‘Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah’.”

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Hasan menasihatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah.”

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Hasan menasihatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah.”

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Hasan menasihatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah.”

Kemudian setelah itu Hasan Al-Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari, 11/98)

KEDUA: Berdoalah dengan beberapa doa memohon diberi kelancaran rezeki, di antaranya:

1. Berlindung dari kefakiran. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi ﷺ berdo’a, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kemiskinan, kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu jangan sampai aku mendzalimi atau didzalimi,” (HR. Ahmad 8053, Abu Daud 1546 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

2. Doa agar semua utang dilunasi dan dihindarkan dari kefakiran. Nabi ﷺ menyarankan, jika kita hendak tidur, dianjurkan miring ke kanan, kemudian membaca doa, “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Quran). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran,” (HR. Muslim 2713).

3. Berlindung dari kelilit utang dan kedzaliman manusia. Rasulullah ﷺ bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia,” (HR. Abu Dawud 1557).

4. Doa mohon rezeki yang halal. Nabi ﷺ membaca doa berikut, setelah salam shalat shubuh, “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik),” (HR. Ibnu Majah 925 dan dishahihkan Al-Hafizh Abu Thahir).

5. Memohon kecukupan dengan yang halal. Dari hadis Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi ﷺ pernah mengajarkan doa berikut, “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu,” (HR. Ahmad 1319, Tirmidzi 3563 dan dihasankan al-Hafizh Abu Thahir).

6. Memohon harta yang diberkahi, “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.” Nabi ﷺ pernah mendoakan sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu dengan doa ini. (HR. Bukhari dalam shahihnya 1982 dan Bukhari Adabul Mufrad 653 dan dishahihkan al-Albani).

7. Meminta rezeki ketika shalat. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, ketika duduk antara dua sujud, Nabi ﷺ membaca doa, “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku,” (HR. Ahmad 2895). [ros]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver