DKI Siapkan Teknologi Pemblokiran Akses Pengunjung Tepat Hiburan dan Makan Pelanggar Prokes

BERITA  RABU, 08 SEPTEMBER 2021 | 23:45 WIB | Aldi Rinaldi

DKI Siapkan Teknologi Pemblokiran Akses Pengunjung Tepat Hiburan dan Makan Pelanggar Prokes

Gubernur DKI Anies Baswedan/Net

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menyiapkan teknologi untuk mendeteksi pengunjung yang berada di tempat-tempat makan atau hiburan melanggar protokol kesehatan (prokes) COVID-19. 

Nantinya, pengunjung yang melanggar prokes akan dilakukan pemblokiran akses dan dikenakan sanksi. 

"Nanti kedepannya yang sedang kita bahas yakni sanksi yang diberikan bukan hanya pengelola kafe atau restoran saja. Tapi mereka yang berada di tempat itu akan diblok, sehingga tidak bisa pergi dan mendatangi tempat manapun juga selama batas waktu tertentu," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/9). 

Anies mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah dalam memberikan sanksi kepada pengunjung yang melanggar prokes. Maka dari itu, ia tak akan membiarkan pengunjung yang melanggar prokes bebas berkeliaran. 

"Jadi kami memakai cara dengan memakai teknologi untuk memberikan sanksi bagi pengunjung yang melanggar prokes. kita tidak akan membiarkan yang seperti ini untuk melenggang tanpa kena sanksi yang berat. Mereka tidak boleh beraktivitas kemana-mana," tegasnya. 

Untuk saat ini, kata Anies, teknologi yang dapat memblokir akses warga yang berada di tempat pelanggar prokes sedang dipersiapkan Pemprov DKI. 

"Jadi sekaran teknologinya sedang disiapkan. Kalau anda berada di tempat yang sudah pelanggaran, sebelum ke luar anda di scan lalu masuk dalam blacklist. Tutur Anies 

"Orang tersebut tidak bisa pergi kemana-mana nanti, karena kemana pun anda pergi anda akan ditolak karena anda ikut rame-rame melakukan pelanggaran," sambnya. 

Sekarang ini sanksi yang diberikan baru pengelola tempatnya. Lanjut Anies, Hal ini dilakukan supaya masyarakat taat dan disiplin aturan yang ada. 

"Kalau anda melihat itu suatu tempat itu melanggar prokes, jauh lebih anda keluar saja. Daripada nanti anda ikut kena sanksi, sanksinya apa? ya di rumah aja. belajar disiplin jangan pergi-pergi. karena ketika pergi ternyata buka masker ternyata tidak jaga jarak," tandasnya. 

Lebih lanjut, Anies menambahkan, teknologi ini disiapkan sama seperti ketika masuk pusat perbelanjaan mall. Pengunjung yang negatif diperbolehkan masuk, bagi yang positif tidak boleh masuk. 

"Nanti teknologinya akan disiapkan sehingga sama seperti anda masuk mal, kalau masuk mal begitu di scan kalau positif tidak bisa masuk. Nah nanti bukan positif test Covid. Tapi kalau mereka positif melanggar, berada di tempat yang di situ melakukan pelanggaran maka mereka tidak boleh kemana-mana," pungkas Anies. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penutupan dan menjatuhkan sanksi terhadap kafe & bar Holywing, kemang, Jakarta Selatan yang kedapatan masih beroperasi hingga larut malam dan tidak menetapkan protokol kesehatan (Prokes) pada, Minggu (5/9). 

"Manapun cafe, restoran, perkantoran yang ada beckingannya tetap akan kami tindak," tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam keterangannya kapada awak media di balaikota DKI Jakarta beberapa hari lalu.[tyo]


Komentar Pembaca