Kembangkan Konsep GES, 5.000 SPBU Pertamina Bakal Dipasangi Jaringan PLTS

BERITA  JUMAT, 03 SEPTEMBER 2021 | 05:25 WIB

Kembangkan Konsep GES, 5.000 SPBU Pertamina Bakal Dipasangi Jaringan PLTS

Pemasangan jaringa PLTS di SPBU Pertamina/net

PT Pertamina (Persero) akan terus memperluas pemasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di jaringan SPBUN-nya yang berkonsep ramah lingkungan atau Green Energy Station (GES). Dari  76 yang sudah terpasang, mereka akan memperluasnya hingga  ke 5.000 SPBU di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

GES merupakan konsep baru SPBU Pertamina, di mana SPBU akan memberikan layanan terintegrasi untuk mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan bagi konsumen SPBU. Salah satunya dengan memanfaatkan Solar Photo Voltaic (PV) atau PLTS sebagai sumber energi mandiri dan ramah lingkungan.

Adapun pengoperasian PLTS di SPBU tersebut dilakukan melalui PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai Subholding Power and Renewable Energy (PNRE) dan PT Pertamina Retail yang merupakan bagian dari Subholding Comercial and Trading (C&T).

 “Proyek ini adalah bagian dari transisi energi di ekosistem Pertamina. Kami menargetkan pemasangan PLTS di internal Pertamina, baik di proses inti, perkantoran, maupun fasilitas lainnya. Selain itu kami berupaya agar SPBU juga terpasang PLTS untuk mendukung dekarbonisasi,” kata Dannif Danusaputro, Chief Executive Officer PNRE, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/9/2021).

Ia menjelaskan program ini merupakan kelanjutan dari tahun 2020, di mana pemasangan PLTS telah dilakukan di 63 SPBU Pertamina yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, dengan total kapasitas sebesar 385 KWp. Dengan target 5.000 PLTS terpasang di SPBU, total kapasitas terpasang sekitar 31 MW dan potensi penurunan emisi karbon bisa mencapai 34.000 ton per tahun.

Menurut Dannif, penggunaan PLTS pada SPBU menunjukkan tren yang meningkat secara global. Sebagai contoh, setidaknya 700 SPBU di 29 negara Afrika telah menggunakan PLTS atap.

Di India saat ini setidaknya telah terpasang PLTS dengan total kapasitas 270 MWp dan pemerintahnya menargetkan 50 persen dari seluruh SPBU yang ada di negaranya memasang PLTS dalam 4 tahun mendatang.

"Dengan tren ini, sudah sewajarnya Pertamina secara aktif mengerahkan upaya terbaik untuk menghijaukan SPBU," imbuhnya. Dannif mengatakan, Pertamina mendukung target pemerintah untuk menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen pada tahun 2030 melalui transisi energi.

Dalam roadmap transisi energinya, Pertamina menargetkan energi hijau mencapai 17 persen dalam portofolio bisnis di tahun 2030. Ia bilang, aspek environment, social, and governance atau ESG terintegrasi dalam bisnis Pertamina.

Sebagai bagian dari komunitas global, Pertamina pun berupaya untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan dengan tidak hanya mengedepankan kepentingan bisnis, tapi juga kebutuhan para pemangku kepentingan, masyarakat, dan kelangsungan lingkungan hidup.

“Kami melihat bahwa pengembangan energi bersih, termasuk PLTS, adalah investasi masa depan agar laju dampak perubahan iklim dapat ditahan," kata Dannif.[fah]

Kembangkan Konsep GES, 5.000 SPBU Pertamina Bakal Dipasangi Jaringan PLTS  

MoeslimChoice. PT Pertamina (Persero) akan terus memperluas pemasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di jaringan SPBUN-nya yang berkonsep ramah lingkungan atau Green Energy Station (GES). Dari  76 yang sudah terpasang, mereka akan memperluasnya hingga  ke 5.000 SPBU di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

GES merupakan konsep baru SPBU Pertamina, di mana SPBU akan memberikan layanan terintegrasi untuk mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan bagi konsumen SPBU. Salah satunya dengan memanfaatkan Solar Photo Voltaic (PV) atau PLTS sebagai sumber energi mandiri dan ramah lingkungan.

Adapun pengoperasian PLTS di SPBU tersebut dilakukan melalui PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai Subholding Power and Renewable Energy (PNRE) dan PT Pertamina Retail yang merupakan bagian dari Subholding Comercial and Trading (C&T).

 “Proyek ini adalah bagian dari transisi energi di ekosistem Pertamina. Kami menargetkan pemasangan PLTS di internal Pertamina, baik di proses inti, perkantoran, maupun fasilitas lainnya. Selain itu kami berupaya agar SPBU juga terpasang PLTS untuk mendukung dekarbonisasi,” ujar Chief Executive Officer PNRE, Dannif Danusaputro dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).

Ia menjelaskan program ini merupakan kelanjutan dari tahun 2020, di mana pemasangan PLTS telah dilakukan di 63 SPBU Pertamina yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, dengan total kapasitas sebesar 385 KWp. Dengan target 5.000 PLTS terpasang di SPBU, total kapasitas terpasang sekitar 31 MW dan potensi penurunan emisi karbon bisa mencapai 34.000 ton per tahun.

Menurut Dannif, penggunaan PLTS pada SPBU menunjukkan tren yang meningkat secara global. Sebagai contoh, setidaknya 700 SPBU di 29 negara Afrika telah menggunakan PLTS atap.

Di India saat ini setidaknya telah terpasang PLTS dengan total kapasitas 270 MWp dan pemerintahnya menargetkan 50 persen dari seluruh SPBU yang ada di negaranya memasang PLTS dalam 4 tahun mendatang.

"Dengan tren ini, sudah sewajarnya Pertamina secara aktif mengerahkan upaya terbaik untuk menghijaukan SPBU,"ungkap dia.

Dannif mengatakan, Pertamina mendukung target pemerintah untuk menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen pada tahun 2030 melalui transisi energi.

Dalam roadmap transisi energinya, Pertamina menargetkan energi hijau mencapai 17 persen dalam portofolio bisnis di tahun 2030. Ia bilang, aspek environment, social, and governance atau ESG terintegrasi dalam bisnis Pertamina.

Sebagai bagian dari komunitas global, Pertamina pun berupaya untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan dengan tidak hanya mengedepankan kepentingan bisnis, tapi juga kebutuhan para pemangku kepentingan, masyarakat, dan kelangsungan lingkungan hidup.

“Kami melihat bahwa pengembangan energi bersih, termasuk PLTS, adalah investasi masa depan agar laju dampak perubahan iklim dapat ditahan," pungkas Dannif.[fah]
 


Komentar Pembaca