Kata Anies, Penurunan Muka Tanah Jakarta Turun Jadi 5 Titik

BERITA  RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 20:10 WIB | Aldi Rinaldi

Kata Anies, Penurunan Muka Tanah Jakarta Turun Jadi 5 Titik

Gubernur DKI Anies Baswedan/Net

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim penurunan muka tanah di Ibu Kota berkurang dan hanya tersisa 5 titik. Ia mengatakan, berkurangnya titik penurunan muka tanah itu menandakan kegiatan pengambilan air tanah mulai berkurang.

"Di Jakarta kita sadari bahwa selama beberapa tahun terakhir ini, permukaan tanah yang dulunya jumlah penurunan itu ada lebih dari 20 titik sekarang sudah turun menjadi 5 titik," ujar Gubernur Anies saat hadiri webinar yamg bertjuk Pelayanan Air Minum di Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Hal ini menunjukkan kegiatan pengambilan air tanah berkurang

Lanjut, Anies mengatakan berkurangnya kegiatan pengambilan air tanah itu dikarenakan pihaknya meningkatkan pelayanan air bersih bersubsidi bagi warga Jakarta. Menurutnya, layanan air bersih juga membantu mengurangi biaya rumah tangga warga DKI.

"Biaya hidup rumah tangga turun. mereka tidak harus mengeluarkan uang ekstra untuk air bersih yang menjadi kebutuhan dasar," ucapnya.

Mantan Rektor Paramadina ini pun mencontohkan, pelayanan air bersih di Kepulauan Seribu sebelum adanya subsidi sebuah keluarga dapat mengeluarkan uang sebesar Rp32 ribu per meter kubik untuk mendapatkan air bersih.

"Alhamdulillah, dengan adanya subsidi, sekarang menjadi Rp3.500 per meter kubik. Turunnya hampir 90 persen. Jadi membayar hanya kurang lebih persen," tandasnya.

Diketahuo, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sebelumnya mengajukan subsidi penggunaan air bersih sebesar Rp33,68 miliar pada APBD Perubahan tahun 2021 dan APBD 2022 yang layanannya disediakan oleh PAM JAYA.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Yusmada Faizal sebelumnya menyatakan, subsidi pelayanan air bersih di Ibu Kota adalah dengan menggunakan perhitungan selisih antara tarif air bersih berdasarkan 'pemulihan biaya penuh' (full cost recovery) dengan tarif air bersih yang dikenakan kepada masyarakat untuk pemenuhan standar pelayanan minimal.

Namun demikian, Yusmada berharap dengan adanya kebijakan subsidi ini, dapat mempercepat penyelenggaraan pelayanan air bersih.

Adanya kebijakan subsidi ini kami berharap bisa mempercepat terselenggaranya pelayanan air bersih di DKI Jakarta oleh PAM JAYA dan dapat meningkatkan sanitasi dan kesehatan, serta mengurangi penarikan air tanah yang dapat mengakibatkan land subsidence," kata Yusmada pada Senin (30/8).[tyo]


Komentar Pembaca