Maju Sebagai Calon Pengurus IAPI, Yazid Aleq Bawafi Usung 4 Program Kerja

BERITA  KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 19:40 WIB | Zulfa Fahmi

Maju Sebagai Calon Pengurus IAPI, Yazid Aleq Bawafi Usung 4 Program Kerja

Yazid Aleq Bawafie/ist

Organisasi profesi Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) diharapkan dapat menghilangkan batasan pasar termasuk sistem rekanan, terutama rekanan bank dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Caranya adalah dengan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan bank-bank yang menggunakan sistem rekanan agar membuka peluang adanya penambahan kantor akuntan publik (KAP) yang terdaftar dalam sistem rekanannya.

Hal ini disarankan salah satu calon Dewan Pengurus IAPI, Yazid Aleq Bawafi. Saran tersebut juga merupakan salah satu dari empat program yang diusungnya Yazid guna berpatisipasi dalam Pemilihan Raya (Pemira) IAPI yang akan berlansung pada 30 Agustus 2021 mendatang.

"Selain itu, IAPI juga harus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kementerian BUMN guna membuka dan memberikan peluang yang sama kepada seluruh KAP (Kantor Akuntan Publik) untuk mengaudit BUMN," kata Yazid kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Kedua, lanjutnya, pengurus IAPI mendatang harus mendorong pemahaman satu grup perusahaan tidak harus satu KAP.

"Mendorong pemahaman kepada para pemangku kepentingan bahwa Standar Audit (SA) 600 diterbitkan adalah untuk mengatur apabila satu grup perusahaan diaudit oleh lebih dari satu KAP. Termasuk, reinterpretasi SA 600 bahwa satu grup perusahaan tidak harus diaudit oleh satu KAP," jelas auditor jebolan STAN itu.

Ketiga, lanjut Yazid, perlu adanya perluasan pasar audit di sektor publik seperti Badan Layanan Umum (BLU) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Untuk itu perlu melakukan koordinasi dan komunikasi kepada Lembaga atau instansi pemerintah yang membawahi BLU atau BLUD untuk diaudit oleh KAP.

"Menyiapkan pelatihan agar KAP dan stafnya mampu melakukan audit BLU/BLUD. Mendorong Standar lokal yang bisa memperluas peluang pasar. Peningkatan kompetensi dan mutu Akuntan Publik. Memberikan Pelatihan Profesional Berkelanjutan yang lebih bermutu sesuai dengan kebutuhan para AP dan stafnya. Narasumber di Pelatihan Profesional Berkelanjutan yang lebih bervariasi," beber mantan auditor BPKP itu.

Karenanya, agar program-program tersebut bisa terlaksana maka harus dipilih calon dewan pengurus yang mempunyai visi misi dan program kerja yang sama karena proses pengambilan keputusan di kepengurusan IAPI menggunakan voting.

"Calon pengurus yang mempunyai visi misi dan program kerja yang sama ada dalam koalisi IAPI for All," pungkasnya.[fah]


Komentar Pembaca