DPRD DKI Minta BUMD Berinovasi Dongkrak Keuntungan yang Turun Akibat Pandemi

BERITA  SELASA, 24 AGUSTUS 2021 | 19:45 WIB | Deman

DPRD DKI Minta BUMD Berinovasi Dongkrak Keuntungan yang Turun Akibat Pandemi

foto/net

Daerah khusus Ibukota (DKI) Jakarta, saat ini ditetapkan sebagai wilayah dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Itu artinya, Jakarta saat ini sudah masuk status zona hijau.  

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz menuturkan bahwa status zona hijau DKI Jakarta saat ini, menjadi kesempatan untuk seluruh Badan usaha milik daerah (BUMD) berinovasi dan melakukan terobosan guna mendongkrak ekonomi Jakarta.

Dari sejumlah BUMD yang terdampak pandemi, BUMD PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) dinilai mampu memperoleh keuntungan, karena banyak hotel-hotel di Ibu Kota yang dimanfaatkan sebagai tempat isolasi bagi tenaga kesehatan.

"Hotel-hotel yang dikelola oleh PT Jakarta Tourisindo memang ditugaskan Gubernur Anies Baswedan sebagai tempat bagi para tenaga kesehatan," ujar Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz di Jakarta, Selasa (24/8).

"Fasilitas Jaktour dipakai tenaga medis seperti hotel terisi hampir full karena dipakai tenaga kesehatan," lanjutnya.

Politisi PKS ini, meminta BUMD DKI Jakarta yang lainnya membuat terobosan guna mendongkrak keuntungan yang menurun akibat dampak pandemi Covid-19.

"Kami berharap BUMD bisa melakukan inovasi dan terobosan sehingga kerugian tidak berlangsung terus menerus dan perlahan bisa dikurangi. Apalagi Jakarta sudah zona hijau, saya harap BUMD melakukan percepatan 'recovery'," katanya.

Diketahui, PT Jakarta Tourisindo/Jakarta Experience Board (JXB) menorehkan keuangan positif. BUMD DKI Jakarta bidang jasa pariwisata tersebut, mencatatkan keuntungan sebesar Rp2,7 Miliar dalam laporan keuangan 2020.

Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo atau Jaktour, Novita Dewi menerangkan keuntungan itu berasal dari tingkat okupansi hotel yang terisi penuh oleh tenaga kesehatan Covid-19, serta proses efisiensi yang dilakukan dalam sektor biaya tenaga kerja secara bertahap di 2020.

"Setelah 4 tahun mengalami kerugian berturut-turut, akhirnya Jaktour tahun 2020 mengalami keuntungan sebesar laba Rp 2,71 Miliar," kata Novita melalui keterangan tertulis. [mt]


Komentar Pembaca