Pakar: Ucapan MK Soal Nabi Muhammad Bentuk Penistaan Agama

HUKUM  MINGGU, 22 AGUSTUS 2021 | 20:40 WIB

Pakar: Ucapan MK Soal Nabi Muhammad Bentuk Penistaan Agama

Pakar Hukum Suparji Ahmad/Net

MoeslimChoice. Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa ucapan MK yang menyinggung Nabi Muhammad menjurus pada penistaan agama. Menurutnya, tindakan MK telah memenuhi unsur 156a KUHP.

Pasal tersebut berbunyi, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

"Jadi kalimat 'Siapa yang pembunuh, siapa yang perang badar, itu Muhammad. Muhammad bin Abdullah adalah pemimpin perang badar dan uhud, membunuh dan membinasakan. Jelas ya pembunuh adalah iblis' sudah memenuhi unsur penodaannya," kata Suparji dalam keterangan persnya, Minggu (22/8/2021).

Selain itu, unsur "barang siapa" juga terpenuhi lantaran MK merupakan subyek hukum yang bisa mempertanggung jawabkan tindakannya. Sedangkan unsur "di muka umum" terpenuhi lantaran yang bersangkutan mengunggah videonya di kanal youtube.

"Di kanal youtube semua masyarakat bisa melihat. Maka ini termasuk di muka umum sebagaimana dimaksud pasal 156a KUHP," paparnya.

Maka dari itu, ia berharap kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas yang bersangkutan. Sebab, tidak ruang bagi penista agama di Indonesia. 

"Polri sebaiknya melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kasus semacam ini. Jangan sampai, penistaan agama semakin menjamur dan menghancurkan sendi-sendi persatuan kita," tuturnya.

Lebih lanjut, ia meminta kepada masyarakat untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Suparji berpesan, jangan ada tindakan main hakim sendiri dari masyarakat.[tyo]


Komentar Pembaca