Tabuk Kian Menyedot Wisatawan dari Berbagai Belahan Dunia

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 19 AGUSTUS 2021 | 22:40 WIB

Tabuk Kian Menyedot Wisatawan dari Berbagai Belahan Dunia

Kota Makkah al Makarramah dan Madinah al Mawarah, Arab Saudi, merupakan dua destinasi wisata paling banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Keduanya merupakan kota destinasi wisata religi.

Di samping dua Kota Suci itu, Kerajaan Arab Saudi memiliki banyak destinasi wisata. Salah satunya adalah landmark bersejarah di Tabuk, yang terbukti menjadi daya tarik besar bagi pengunjung yang berbondong-bondong ke tujuan wisata untuk berendam dalam warisan sejarah kuno dan alam.

Dilansir Saudi Gazette, Kamis (19/8/2021), Tabuk merupakan provinsi yang terletak di bagian barat Arab Saudi. Ibu kota provinsinya adalah Tabuk, yang dihuni sekitar 500 ribu penduduk. Tabuk berbatasan dengan negara Yordania.

Tabuk cukup jauh dari kota-kota penting di Arab Saudi misalnya Makkah, Madinah, atau ibu kota negaranya, Riyadh. Jarak Riyadh ke Tabuk sekitar 1.400-an km. Naik mobil dari Riyadh ke Tabuk, bisa memakan waktu 12 jam. Enaknya naik pesawat, cuma 2 jam.

Salah satu landmark ini adalah lembah-lembah yang dulunya merupakan jalur perdagangan kuno dan telah menggunakan mata airnya untuk memasok air ke penduduk Tabuk yang padat, masih menjadi area yang dikunjungi pengunjung.

Di antara koleksi atraksi sejarah Tabuk adalah benteng Tabuk yang menceritakan kisah budaya tanah selama lebih dari empat abad.

Destinasi wisata ini populer di kalangan wisatawan Saudi dan mancanegara, terutama mereka yang merupakan pionir sejarah dan mereka yang menyukai ekspedisi.

Salah satu atraksi utama bagi wisatawan adalah Maghair Shuaib, sebuah peradaban dari periode SM. Tempat wisata ini memiliki rumah-rumah yang diukir di pegunungan dan diukir dengan ukiran estetika di punggung kaki.

Pengunjung mendokumentasikan semua yang mereka lihat di Maghair Shuaib dengan kamera mereka, merekam keajaiban untuk anak cucu, sambil mengamati kreativitas rekayasa langka dari rumah-rumah.

Wisatawan juga mengunjungi lembah Al-Dessa dengan kawasan ini menjadi favorit para wisatawan asing. Jumlah pengunjung dan khususnya wisatawan mancanegara semakin meningkat setiap tahunnya.

Alam juga meminjamkan tangan artistik dengan sejumlah landmark yang diciptakan oleh penggundulan hutan. Para pengunjung tertarik pada landmark ini karena patung-patung indah yang diciptakan oleh erosi air dan udara.

Pengunjung juga tertarik pada pancuran air yang muncul dari bebatuan membentuk Oase rimbun yang dikelilingi pepohonan dan semak-semak.[ros]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver