Akhirnya, Admin Arisan Online Tipu-tipu Ditangkap Polisi

Daerah  RABU, 18 AGUSTUS 2021 | 13:56 WIB

Akhirnya, Admin Arisan Online Tipu-tipu Ditangkap Polisi

 MoeslimChoice.Admin Arisan Online bernama Novi, yang disangkakan melakukan penggelapan dan penipuan, berhasil diamankan Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polrestabes Palembang pada tanggal 14 Agustus 2018.

Kasus penipuan dan penggelapan yang dialami enam orang korban sebelumnya telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kapolrestabes, Kasat Reskrim, Kanit Pidsus, dan khusus tim Pidsus Polrestabes Palembang yang sudah memproses laporan kami dengan menegakkan dan menjalankan laporan kami. Sehingga dalam kurun waktu 11 hari, perkara sudah jelas terang benderang dan ditindaklanjuti,” ungkap Desmon Simanjuntak, kuasa Hukum korban seperti dilansir infosumsel.ID pada Rabu (18/8/2021)

Ia berharap perkara ini ditegakkan menurut proses hukum yang berlaku seadil adilnya atau apabila masih ada bentuk etikad baik dari tersangka.

“Kami berharap bisa diberlakukan restorasi justice (JC), dengan diharapkan bantuan polisi kalau masih bisa dikembalikan kerugian dari enam korban kembalikan, dan jika tidak bisa dikembalikan tetap kita serahkan kepada penyidik sehingga proses hukum bisa di tegakkan dan ke enam korban merasakan keadilan itu,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan salah satu korban, Ezza (35) saat ditemui mengatakan dirinya mewakili enam korban yang sudah membuat laporan polisi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Kapolrestabes Palembang, Kasat Reskrim, Kanit Pidsus, dan tim Pidsus yang memegang Perkara kami. Kami juga berharap proses hukum ditegakkan seadil adilnya,” akunya.

Ia berharap restorasi justice perihal dikembalikannya kerugian materi para korban.

“Apabila ada itikad baik dari tersangka dalam perkara ini. Apabila tidak, kami berharap hukum ditegakkan dengan seadil adilnya,” tuturnya.

Ezza menuturkan dirinya merupakan salah satu dari korban Arisan Online.

“Kalau saya mengalami kerugian Rp 74 juta, arisan itu awalnya berjalan lalu tiba tiba diberhentikan tersangka. Dan dalam arisan tersebut tersangka banyak menambahkan nama nama fiktif,” tuturnya.[ros]


Komentar Pembaca