Kerajaan Arab Terima 50 Jamaah Umrah Internasional Pertama

Kabar Tanah Suci  SENIN, 16 AGUSTUS 2021 | 19:40 WIB

Kerajaan Arab Terima 50 Jamaah Umrah Internasional Pertama

Kementerian Haji dan Umrah menyambut kedatangan jamaah umrah pertama dari luar negeri tahun 2021. Kerajaan Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz menerima gelombang pertama sebanyak 50 jamaah yang berasal dari Irak kemarin.

Dilansir Saudi Gazette, Senin (16/8/2021), jamaah itu disambut di tengah sistem layanan yang komprehensif dan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah umrah.

Kementerian telah menghentikan penerimaan aplikasi umrah sebagai tindakan pencegahan untuk mengekang penyebaran pandemi virus corona (COVID-19).

Fase penerimaan aplikasi umrah dari luar Arab Saudi secara bertahap mengikuti fase sebelumnya yang memungkinkan warga dan penduduk untuk melakukan umrah.

Kementerian berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan berupaya memfasilitasi kedatangan jemaah umrah dari luar negeri dan memperbaharui daftar negara yang bisa langsung didatangi masyarakat.

Daftar ini disiapkan oleh otoritas terkait tergantung pada kurva kesehatan negara-negara peserta umrah.

Direktorat Jenderal Paspor mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menyelesaikan semua persiapan manusia dan teknis yang diperlukan untuk menerima dan memberikan layanan yang diperlukan kepada para peziarah yang tiba di Kerajaan dari luar negeri.

Sementara itu, Direktorat Paspor di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah bersiap untuk menerima penerbangan pertama peziarah yang datang dari luar negeri pada hari Sabtu, dan siap untuk memproses masuk mereka ke Kerajaan dengan mudah dan sesuai dengan tindakan pencegahan dan pencegahan.

Arab Saudi berencana untuk meningkatkan jumlah jemaah umrah mencapai 120.000 setiap hari dari 60.000 saat ini, menurut Kementerian Haji dan Umrah.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr. Abdulfattah Bin Sulaiman Mashat menekankan bahwa kementerian menerima jemaah umrah yang datang dari berbagai negara dan menawarkan semua layanan yang diperlukan, menunjukkan pentingnya komitmen terhadap kesehatan dan tindakan pencegahan.

Langkah-langkah ini termasuk melampirkan sertifikat vaksinasi yang diakreditasi oleh otoritas terkait di Kerajaan dan negara pelaku umrah, pengakuan atas informasi yang benar, dan komitmen terhadap karantina institusional yang ditentukan oleh masing-masing maskapai penerbangan yang digunakan oleh jemaah umrah untuk memasuki Arab Saudi sesuai prosedur. daftar negara yang mewajibkan jamaah umrah untuk melakukan karantina.[ros]


Komentar Pembaca