Polisi Ungkap Penimbunan Obat Covid-19, Hinca Panjaitan: Pelaku Harus Dihukum Maksimal

POLKAM  KAMIS, 05 AGUSTUS 2021 | 13:45 WIB

Polisi Ungkap Penimbunan Obat Covid-19, Hinca Panjaitan: Pelaku Harus Dihukum Maksimal

Hinca Pandjaitan/NEt

Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan angkat bicara mengenai penimbunan obat Covid-19 yang baru saja berhasil diungkap jajaran Polda Metro Jaya. Dirinya mengaku geram dengan kasus seperti ini.

"Bagaimana bisa mereka berusaha mengambil keuntungan di tengah saudara sebangsa mereka sedang mati-matian menghadapi pandemi Covid-19," dalam keterangannya, Kamis (5/8/2021). 

Hinca pun menganalogikan pelaku penimbun obat sebagai orang yang berusaha mengambil barang-barang tetangganya yang rumahnya kebakaran. Tak berprikemanusiaan. Menurut dia, bukannya membantu memadamkan api, orang ini malah justru mengambil keuntungan dari penderitaan tetangganya. 

"Sungguh luar biasa nir moral orang-orang seperti ini. Saya berharap nantinya Penuntut Umum dapat menuntut hukuman maksimal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," tegas Hinca.

Hinca pun berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil membongkar kasus penimbunan obat Covid-19 ini. 

"Saya meyakini kasus ini tidak hanya terjadi satu saja, sehingga perlu kerja keras Divisi Siber untuk menelusuri dugaan penimbunan-penimbunan yang diarahkan kepada marketplace di Indonesia. Nampaknya tidak sulit untuk menemukan pihak yang mencoba mengambil keuntungan berlipat secara ilegal," papar Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat ini.

Hinca mengaku, dirinya juga telah memantau kepolisian di beberapa daerah sudah mengambil langkah cepat untuk mencegah kasus seperti ini. 

"Polda Sumut yang dipimpin Irjen Panca Putra Simanjuntak misalnya sudah membentuk tim khusus untuk monitoring serta  memantau penjualan obat di lapangan sejak awal Juli 2021 lalu," ungkap mantan Sekjen PSSI ini.

Agar kasus seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang, legislator asal Dapil Sumut 3 ini berharap ke depannya Dinas Kesehatan atau lembaga terkait membuat peraturan yang mengatur tentang pemanfaatan obat-obatan sisa yang tidak terpakai. 

"Pengawasannya pun harus lebih diperketat agar tidak membuka celah para oknum untuk bermain di situ," pungkas Hinca Panjaitan.

Sebelumnya, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap 24 tersangka penimbunan obat-obatan untuk terapi pasien Covid-19. Mereka ditangkap di Jakarta, salah satu tersangka yang ditangkap ada perawat.

Dirresnarkoba Polda  Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa mengatakan, sebanyak 24 pelaku yang ditangkap bersama barang bukti 6.964 butir dan 27 botol obat Covid-19 berbagai merek.

“Pelaku memanfaatkan situasi dengan menimbun obat-obatan yang sedang dicari masyarakat. Mereka menjual obat di atas harga eceran tertinggi oleh pemerintah,” kata Mukti di Polda Metro Jaya, Rabu (4/8/2021).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan, dari ke 24 pelaku yang ditangkap di antaranya seorang perawat di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Modusnya, kata Yusri, perawat tersebut mengumpulkan sisa obat-obatan dari pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia.

“Setelah dikumpulkan, lalu obat-obatan itu ditawarkan melalui jaringan media sosial. Penyidik butuh waktu satu bulan untuk mengungkap kasus ini,” kata Yusri.

Selain perawat, pelaku lainnya umumnya bekerja di apotek dan toko obat. Untuk mendapatkan obat-obat tersebut pelaku sengaja memalsukan resep dokter.

Para pelaku dikenakan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan RI Nomor 8 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.[tyo]


Komentar Pembaca