Anies Klaim Tren Kasus Positif Covid-19 Menurun di Ibu Kota

POLKAM  SELASA, 03 AGUSTUS 2021 | 22:40 WIB | Aldi Rinaldi

Anies Klaim Tren Kasus Positif Covid-19 Menurun di Ibu Kota

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan mendukung Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa-Bali Khususnya di Jakarta.

Anies mengklaim selama satu bulan ini tren kasus positif COVID-19 di wilayah Ibu Kota menurun drastis dari 113 ribu menjadi 16 ribu.

"Jadi selama 1 bulan kita menjalanakan aktivitas kita sudah liat dampkanya kasus aktif turun dari puncaknya 113 ribu sekarang menjadi 16 ribu," kata Anies dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Anies juga mengatakan, kapasitas rumah sakit mulai berkurang. Tak hanya itu, kata Anies dari muali wisma atlet hingga isolasi mandiri warga juga mengalami penurunan.

"Ini perjalanan usaha kita semua karena itu saya minta kepada semuanya mari kita tuntaskan jangan berhenti disini dan merasa sudah aman," katanya.

Karena faktanya setiap hari masih ada 2000-3000 orang baru yang terpapar COVID-19. Lanjut Anies, Sehingga perlu adanya penuntasan dimana akan masuk aman secara epidemiologi.

"Itu ada namanya postivity rate pertengahan bulan Juli 45%, saat ini 12-13 %, disebut aman apabila dibawah 5 %," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Anies meminta kepada masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat seperti 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker)

"Karena itu saya mengajak semua, mari kita teruskan mudah-mudahan tidak lama lagi, sesudah ini benar-benar terkendali insyaallah bisa leluasa kegiatan," pungkas Anies.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.

Selama Perpanjangan ini, terdapat 96 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Pulau Bali yang masih menerapkannya.

Diketahui, Perpanjangan PPKM Level 4 itu di sejumlah daerah Jawa dan Bali tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021.[ros]


Komentar Pembaca