Wapres Sebut Cinta Tanah Air Sebagai Bagian dari Iman

NASIONAL  SENIN, 02 AGUSTUS 2021 | 03:22 WIB | Sunarya Sultan

Wapres Sebut Cinta Tanah Air Sebagai Bagian dari Iman

Foto/net

MoeslimChoice | Seluruh elemen bangsa diminta Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menanamkan prinsip hubbul wathon minal iman atau cinta tanah air sebagai bagian dari iman. Kata Wapres, dengan menanamkan prinsip ini, maka Indonesia dapat melalui segala tantangan di depan mata.

Hal tersebut disampaikan Wapres Ma'ruf dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka yang digelar secara virtual, Minggu (1/8/2021).

"Andaikata kita sekarang mampu menumbuhkan semangat hubbul wathon minal iman ini, Insyaallah apapun tantangan yang kita hadapi pasti akan kita atasi bersama," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf melanjutkan, prinsip hubbul wathon minal iman itu pula yang mendorong salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari saat itu mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah pada masa revolusi kemerdekaan. Saat itu, kondisi Indonesia yang baru dua bulan merdeka masih dalam situasi yang kritis, karena kekuatan nasional belum terkonsolidasi.

Fatwa jihad itu kemudian dilanjutkan PBNU dengan mengeluarkan resolusi jihad. Hal tersebut kemudian menggerakkan masyarakat, khususnya di Surabaya untuk bertempur mati-matian melawan penjajah.

"Inilah yang kemudian terjadi pertempuran 10 November (1945) dan berhasil mengusir penjajah. Indonesia yang baru lahir, bulan itu dapat terselamatkan. Itu lah semangat hubbul wathon minal iman. Cinta tanah air sebagian daripada iman," terang Ma'ruf.

Ma'ruf menyebut para pejuang kemerdekaan dan pendahulu juga memiliki prinsip tersebut. Prinsip itu yang membuat para pejuang bersatu padu berjuang agar Indonesia dapat keluar dari masa penjajahan.

"Cinta tanah air inilah yang mendorong para pejuang kita berjuang mati-matian, bersatu-padu, bahu-membahu, saling menopang satu sama lain, tidak takut mati, dan tidak perduli siapa yang menjadi pemimpin perjuangan pada waktu itu," pungkas Ma'ruf.

"Yang penting bagi mereka waktu itu adalah satu hal, Indonesia merdeka," demikian tutup Wapres. [ary]


Komentar Pembaca