Indonesia Ditakdirkan Jadi Bangsa yang Majemuk

NASIONAL  SENIN, 02 AGUSTUS 2021 | 07:15 WIB

Indonesia Ditakdirkan Jadi Bangsa yang Majemuk

Mensos Tri Rismaharni/Net

MoeslimChoice. Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa yang majemuk dengan beragam suku, agama, tradisi dan budaya, serta bahasa.

Risma menyebut bahwa apabila dirajut dalam ikatan kebangsaan, keragaman Indonesia itu akan menjadi kekuatan yang dahsyat, termasuk dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Para orangtua kita mengajarkan agar tangan, kaki, mata dan seluruh anggota tubuh ini bisa memberikan manfaat bagi orang lain," kata Risma dalam webinar Khidmat Perempuan dalam Dakwah Kemanusiaan yang digelar Nasyiatul Aisyiyah (NA) pada Minggu (1/8/2021). 

Sebagai bagian Pimpinan Pusat Muhammadiyah, NA banyak berperan pada bidang kemanusiaan. Di tengah pandemi, NA kerap berkolaborasi dengan berbagai elemen sebagai wujud khidmat perempuan dalam dakwah kemanusiaan.

Menurut Risma, berbuat baik terhadap sepele dapat dilakukan lewat hal-hal kecil yang kerap dianggap sepele. Pada masa sulit seperti sekarang yang membuat harga kebutuhan pangan dan sayuran jadi tak stabil, hal tersebut bisa diwujudkan dengan mengumpulkan biji-bijian untuk kemudian ditanam di pekarangan, lahan kosong, atau bantaran sungai.

"Insya Allah dari pohon-pohon yang ditanam itu akan menghasilkan aneka buah-buahan yang bisa dinikmati oleh siapa pun. Sekaligus memberikan manfaat bagi semua makhluk dan dicatat amal jariyah. Sebab dari pohon itu akan mengeluarkan oksigen yang bermanfaat bagi segenap umat manusia tanpa kecuali," papar Risma.

Merespons pandemi yang belum berakhir, Risma menilai hal itu sebagai cobaan yang menguji kekuatan kekuatan, ketabahan, dan kebersamaan rakyat Indonesia untuk bergotong royong dalam penangannya.

"Percayalah dengan gotong royong tidak ada kata tidak bisa. Kita pasti bisa! Allah telah memberikan segalanya kepada bangsa kita dengan dua musim, dibanding dengan negara luar yang harus menyiapkan baju dan makanan khusus untuk melewati pergantian setiap musim yang berbeda-beda tersebut, " katanya.

Risma menyebut, ajaran gotong royong sudah turun temurun di Indonesia. Para pendiri bangsa pun bahu membahu merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Serupa seperti dulu, saat ini masyarakat pun diajak bahu membahu menerapkan protokol kesehatan (prokes), saling melayani, dan tidak putus asa.

"Saya mengajak seluruh kader NA di manapun berada. Mari bersama-sama kita bangun bangsa dan pastikan tidak kata menyerah. Tidak ada kata lelah, tidak ada kata putus asa. Kalau kita mau pasti bisa. Kita mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dalam segala hal. Jadi kenapa mesti bergantung kepada pihak lain," tutup Risma.[tyo]


Komentar Pembaca