Akhirnya, Kejagung SP3-kan Tersangka Korupsi ASABRI Ini

POLKAM  MINGGU, 01 AGUSTUS 2021 | 17:40 WIB

Akhirnya, Kejagung SP3-kan Tersangka Korupsi ASABRI Ini

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Minggu (1/8/2021), mengatakan bahwa Kejagung segera menerbitkan surat penghentian penyidikan (SP3) untuk  tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT ASABRI (Persero) Ilham Wardhana Siregar meninggal.

Ya. Tersangka meninggal dunia kemarin, Sabtu (31/7/2021, di mana menurut Leonardo, berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap alias P21 itu meninggal pukul 17.28 WIB di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang.

"Telah berpulang ke rahmatullah Ilham Wardhana Siregar (IWS) pada Sabtu 31 Juli 2021, pukul 17:28 WIB, di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang, karena sakit," kata tulis Leonardo.

Dia menjelaskan, mantan Kepala Divisi Investasi PT ASABRI itu ditetapkan sebagai tersangka pada 1 Februari 2021. Menurut Leonard, berkas perkara Ilham W Siregar pada 28 Mei 2021 telah dinyatakan lengkap oleh tim jaksa peneliti dan telah dilakukan pelimpahan tahap dua.

Tersangka juga telah dilakukan penahanan oleh jaksa di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Dengan meninggalnya Ilham Wardhana Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur akan segera menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) setelah menerima surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit An-Nisa Tangerang," tutur Leonard.

 Perkara dugaan korupsi ASABRI ini telah menjerat sembilan perorangan sebagai tersangka. Mereka di antaranya dua mantan Direktur Utama ASABRI Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya.

Dan, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan ASABRI Bachtiar Effendi, mantan Direktur ASABRI Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Investasi ASABRI Ilham W Siregar (meninggal dunia).

Serta dua tersangka dalam kasus ini, sama dengan terdakwa dalam kasus korupsi pada Asuransi Jiwasraya, yakni Direktur Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Sementara satu tersangka lainnya, Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations Jimmy Sutopo (JS) juga disangkakan dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Belakangan ini, Kejagung menetapkan sepuluh tersangka korporasi dalam kasus dugaan korupsi ASABRI. Adapun sepuluh korporasi itu antara lain, PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC. PT ASABRI diduga mengalami kerugian negara hingga Rp 23.739.936.916.742. Hal ini diketahui berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Mereka disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. [ros]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver