Jokowi Tolak Lockdown, Herry: Presiden Seharusnya Jadi Problem Solver

POLKAM  MINGGU, 01 AGUSTUS 2021 | 10:40 WIB | Aldi Rinaldi

Jokowi Tolak Lockdown, Herry: Presiden Seharusnya Jadi Problem Solver

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa merespon keengganan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan Lockdown, dengan dalih masyarakat sudah menjerit akibat PPKM Darurat apalagi jika diterapkanLockdown.

"Presiden Jokowi sepertinya belum memahami realitas yang terjadi bahwa masyarakat menjerit, karena PPKM Darurat cenderung tidak memberikan solusi konkret selama pandemi," ujar Herry Mendrofa dalam keterangannya, Sabtu (31/7/2021).

Menurutnya, jika Presiden mengambil sikap tegas dalam menerapkan Undang-undang Karantina Kesehatan, serta mengimplementasikan tanggungjawab Pemerintah sepenuhnya kepada masyarakat akan lebih berdampak positif pada penanganan COVID-19.

"Sudah jelas ketika UU Karantina Kesehatan dijalankan secara optimal serta Pemerintah hadir untuk bertanggungjawab atas keseluruhan hajat masyarakatnya, setidaknya laju pandemi akan melambat," ucap Herry.

Pengamat ini pun meminta Presiden Jokowi benar-benar memahami suasana kebatinan dan harapan publik.

"Jokowi ini Presiden yang harusnya optimis dan tampil sebagai problem solver di tengah-tengah suasana kebatinan masyarakat yang kurang stabil,  akibat dampak negatif kebijakan yang tidak produktif," paparnya.

Selain itu, Herry pun menyoroti kebijakan PPKM Darurat. Menurutnya, kebijakan PPKM Darurat akan menimbulkan potensi meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia.

Selama pandemi ini ada istilah refocusing anggaran, kata Herry, yang difokuskan pada aspek kesehatan.

"Hal ini bisa memicu terbengkalainya aspek lain seperti pemulihan ekonomi dan pengentasan kemiskinan yang dinomorduakan," tandasnya.

Belum lagi kebijakan PPKM yang semi-lockdown dan cenderung setengah jadi dan ia menganggap tidak efektif karena kebijakan PPKM ini setengah jadi yakni, semi-lockdown maka outputnya pun tidak maksimal.

"Artinya jika Pemerintah menginginkan hasil yang efektif, kebijakannya harus matang," pungkas Herry Mendrofa.[ros]


Komentar Pembaca