Tegas, IPW Desak Kapolri Copot Panitia Seleksi Calon Bintara 2021

POLKAM  MINGGU, 01 AGUSTUS 2021 | 09:40 WIB | Aldi Rinaldi

Tegas, IPW Desak Kapolri Copot Panitia Seleksi Calon Bintara 2021

Plt Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) mencopot Penanggung Jawab Seleksi Penerimaan Calomn Bintara Polri 2021 di Polda Sulawesi Utara (Sulut).

Ditegaskan Sugeng, pencopotan harus dilakukan. Karena kecerobohan, tim seleksi yang tidak cermat dan tidak profesional telah mempermalukan institusi Polri.

Sebelumnya diketahui, Tim Seleksi Penerimaan Bintara Polri Polda Sulut membatalkan kelulusan Rafael Malalangi. Namanya hilang dari daftar peserta yang lulus dan digantikan orang lain. Kejadian ini kemudian viral di media sosial beberapa hari lalu.

Kemudian, Kapolda Sulut Irjen Nana Sudjana, akhirnya meminta penambahan satu kuota lagi untuk Rafael kepada Kapolri. Dengan adanya diskresi, Kapolri akhirnya menyetujui penambahan buat Rafael yang mengikuti seleksi awal dari Polres Minahasa Selatan tersebut.

Kendati demikian, IPW tetap meminta Kapolri untuk mencopot penanggung jawab penerimaan seleksi bintara Polda Sulut dan menyidangkannya secara etik.

"Di balik fenomena ini, terlihat penerimaan anggota bintara itu ada masalah dan menyimpang dari prinsip "betah"  atau Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis, yang dianut Polri dalam melakukan rekrutmen anggota Polri," ujar Teguh dalam siaran persnya, Sabtu (31/7/2021).

Bahkan, kata Teguh, dengan kejadian ini, Kapolri harus memerintahkan Propam Polri melakukan investigasi bersama pihak eksternal seperti Kompolnas untuk memeriksa secara komprehensif hasil seleksi penerimaan Bintara Polri.
r
"Hasil pemeriksaannya diumumkan secara transparan pada publik. Termasuk, bila ada permainan dan unsur KKN dalam seleksi calon Bintara Polri tersebut," tegasnya.

Teguh juga mengatakan, Kapolri harus benar-benar meloloskan calon anggota Polri yang memang memenuhi syarat kelulusan mental, fisik dan akademis.

"Pemeriksaan juga harus dilakukan menyeluruh atas semua hasil seleksi untuk bisa mengambil penilaian bahwa peserta-peserta yang dinyatakan lulus memang memenuhi syarat kelulusan," tandas Teguh.

Dengan begitu, Lanjut Teguh, Polri dapat menepis prasangka-prasangka buruk di mata masyarakat bahwa dalam seleksi penerimaan calon anggota Polri pada semua jenjang dan level tidak ada unsur KKN.

"Ya agar Polri dimasa depan adalah Polri yang modern dan Profesional sebagai Bhayangkara Negara," pungkas Teguh.[ros]


Komentar Pembaca