Kehabisan Anggaran, Dapur Umum Isoman Cirebon Berhenti

Daerah  SABTU, 31 JULI 2021 | 04:30 WIB | Sunarya Sultan

Kehabisan Anggaran, Dapur Umum Isoman Cirebon Berhenti

Foto ilustrasi/net

MoeslimChoice | Dapur umum bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) yang didirikan Pemkot Cirebon melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) terpaksa berhenti. Hal itu terjadi karena habisnya anggaran yang bersumber dari belanja tidak terduga (BTT) Pemkot Cirebon.

Kata Kabid Sosial DSPPPA Kota Cirebon Aria Dipahandi, dapur umum itu beroperasi sejak Sabtu (17/7/2021). Terakhir, dapur umum beroperasi sepekan kemudian yakni pada Sabtu (24/7/2021).

"Mulai (Minggu) 25 Juli 2021, dapur umum berhenti dulu karena anggarannya sudah habis," ujar Aria mengutip dari Republika, Sabtu (31/7/2021).

Lanjut Aria, pendirian dapur umum itu menggunakan dana BTT sebesar Rp200 juta. Setiap hari dapur umum tersebut memproduksi sekitar 2.200 nasi kotak bagi warga yang menjalani isoman di lima kecamatan di Kota Cirebon.

Aria menyebut, pendistribusian nasi kotak itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan makan siang dan makan malam bagi warga yang isoman. Selain nasi, di dalam kotak nasi itu berisi tiga macam menu bergizi.

Nasi kotak yang telah dimasak dan dikemas di dapur umum selanjutnya didistribusikan ke lima kecamatan. Proses masak maupun pengemasan dan pendistribusian ribuan nasi kotak ke lima kecamatan itu melibatkan berbagai pihak.

Diakui Aria, dirinya tidak mengetahui kapan program dapur umum bagi warga isoman itu akan berlanjut. Pihaknya berharap program tersebut dapat menjadi pancingan bagi elemen masyarakat lainnya untuk berbuat hal serupa.

"Kalau ada pihak lain yang mau mendirikan dapur umum, kami senang sekali. Karena kalau hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah daerah, terbatas," jelas Aria. [ary]


Komentar Pembaca