Jabar Dapat Hibah 121.648 Vaksin Sinopharm dari Raja EUA

Daerah  SABTU, 31 JULI 2021 | 07:45 WIB

Jabar Dapat Hibah 121.648 Vaksin Sinopharm dari Raja EUA

Vaksin Sinopharm/Net

Pemprov Jawa Barat menerima hibah vaksin Covid-19 Sinopharm dari Raja Unit Emirat Arab (UEA) sebanyak 121.648 dosis. Ratusan ribu dosis itu diperuntukkan bagi disabilitas yang berada di zona merah atau daerah dengan risiko penularan COVID-19 yang tinggi di Jabar.

“Berapapun stok vaksin dari pusat kita ucapkan terima kasih. Walaupun kebutuhan Jabar sebetulnya sangat banyak karena penduduk kami terbanyak,” kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/7).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, Jabar telah memiliki skema dan teknis vaksinasi kepada disabilitas.

“Vaksinasi penyandang disabilitas di Jabar sudah dimulai dan kita sudah punya pengalaman waktu di Wyata Guna. Jadi kita sudah melakukan simulasi dari awal plus minusnya, prosesnya seperti apa, dan itu akan kita replikasi,” tutur Kang Emil.

Proses penyuntikan bagi disabilitas ini, kata Kang Emil akan dilakukan di sejumlah tempat. Mulai dari puskesmas, sekolah, pesantren, atau menggunakan mobil vaksin Covid-19.

“Idealnya memang di puskemas tapi tidak akan bisa 100 persen direalisasikan dan butuh waktu lama,” ucapnya.

“Kami akan gunakan juga sekolah, pesantren dan mobil vaksinasi, tapi waktunya dipisahkan supaya memudahkan petugas melakukan tindakan yang terukur,” kata Emil menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jabar Nina Susana Dewi mengatakan, pihaknya sudah menerima hibah 121.648 dosis vaksin Covid-19 Sinopharm dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bagi penyandang disabilitas.

Vaksin tersebut pun langsung didistribusikan ke 27 kabupaten/kota dengan alokasi sesuai jumlah penyandang disabilitas. Berdasarkan data dari Dinas Sosial penyandang disabilitas di Jabar mencapai 150.000 jiwa.

“Vaksinnya sudah datang dua dosis, kami akan membagi untuk 27 daerah sesuai jumlah penyandang disabilitas,” kata Nina.

Nina melaporkan, dari sekitar 1.100 Puskesmas yang ada di Jabar, 90 persennya sudah memiliki akreditasi untuk layanan penyandang disabilitas. “Puskesmas yang sudah terakreditasi, sudah 90 persen, dan seharusnya mereka sudah punya layanan untuk penyandang disabilitas,” ujarnya.

Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia mengatakan, total target penyandang disabilitas dalam hibah vaksin ini sebanyak 225.006 orang. Selain Jabar, hibah juga diberikan kepada provinsi lain. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya mekanisme atau teknis pelaksanaan vaksinasi ini kepada pemerintah daerah.

“Kami serahkan teknisnya, mekanisme dan distribusinya kepada provinsi,” ucap Angkie.[tyo]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver