Laba Bersih Kalbe Farma di Semester Pertama 2021 Naik 7,9 Persen

EKONOMI  JUMAT, 30 JULI 2021 | 21:54 WIB | Zulfa Fahmi

 Laba Bersih Kalbe Farma di Semester Pertama 2021 Naik 7,9 Persen

Kantor Kalbe Farma/net

PT Kalbe Farma Tbk dan entitas anak (“Kalbe” atau “Perseroan”) mengumumkan bahwa laba bersih pemilik entitas induk di semester pertama di tahun 2021 ini  mencapai Rp 1.497 miliar. Perolehan tersebut naik 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang mencapai Rp. 1.388 miliar.

Chief Financial Officer PT Kalbe Farma Tbk, Bernadus Karmin Winata mengungkapkan bahwa kegiatan bisnis yang menyokong ekonomi yang dirasakan mulai membaik dalam beberapa bulan terakhir, dan pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di semester 1 tahun 2021 sebesar 3,1 – 3,3 persen dibandingkan mengalami kontraksi di kuartal pertama tahun 2021, menjadi salah satu faktor pendukung hasil yang dicapai Perseroan.
 
“Selain itu, untuk menjaga pertumbuhan penjualan, Perseroan berusaha melakukan inovasi melalui penyediaan layanan dan produk yang lebih terjangkau yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (30/7/2021). 

Perseroan, lanjutnya, beradaptasi dengan mengeluarkan produk kesehatan (seperti herbal, suplemen, vitamin dan obat- obatan), produk nutrisi yang lebih terjangkau dan layanan test serta diagnostik yang berhubungan dengan pandemi Covid-19.
 
“Perseroan juga menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk, mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital, serta memonitor biaya- biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba bersih,” ungkap Bernadus.
 
Selain itu, Perseroan terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk internal maupun eksternal serta melakukan edukasi kepada pasar melalui berbagai saluran komunikasi. Dampaknya, Penjualan bersih Perseroan adalah sebesar Rp 12.370 miliar pada semester pertama tahun 2021, tumbuh sebesar 6,6% dibandingkan dengan semester pertama tahun 2020.
 
Peningkatan penjualan didukung oleh: Divisi Distribusi & Logistik meraih peningkatan penjualan bersih sebesar 15,6% dari Rp 3.755 milyar menjadi Rp 4.339 milyar. Jumlah tersebut menyumbang 35,1% terhadap total penjualan bersih Perseroan.
 
“Divisi Obat Resep Perseroan membukukan peningkatan penjualan sebesar 5.4% dari Rp 2.565 milyar menjadi Rp 2.703 milyar, serta menyumbang 21,9% dari total penjualan bersih Perseroan,” kata Bernadus.
 
Sedangkan Divisi Produk Kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 3,1% menjadi Rp 2.001 milyar dengan kontribusi sebesar 16,2% terhadap total penjualan bersih Perseroan.
 
“Adapun Penjualan bersih Divisi Nutrisi tercatat sebesar Rp 3.327 milyar di semester pertama tahun 2021, mengalami penurunan penjualan sebesar 0,5% dari pencapaian di tahun sebelumnya dan menyumbang 26,9% dari total penjualan bersih Kalbe di semester pertama tahun 2021,” terang  Bernadus.
 
Laba usaha meningkat 7,3% menjadi Rp 1.840 miliar di semester pertama tahun 2021. Rasio laba usaha terhadap penjualan naik menjadi 14,9% dari 14,8% untuk periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

“Laba sebelum pajak penghasilan pada semester pertama tahun 2021 sebesar Rp. 1.928 milyar bertumbuh sebesar 6,6% dengan margin laba sebelum pajak penghasilan mencapai 15,6%, stabil dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” katanya.
 
Dengan demikian, lanjut Bernadus, Laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp 1.497 miliar di semester pertama tahun 2021, naik 7,9% dibandingkan Rp. 1.388 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
“Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan bersih terutama disebabkan oleh peningkatan efisiensi di biaya operasional yang lebih rendah,” terangnya. 

Sementara itu, Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk, Lukito Gozali mengungkapkan bahwa melihat kondisi ekonomi yang mulai membaik, Perseroan merevisi target pertumbuhan penjualan bersih tahun 2021 menjadi sebesar 7%-10% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 7%-10%. Perseroan juga mempertahankan anggaran belanja modal sebesar Rp 1,0 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi.
 
“Rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45%-55%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal,” ujar Lukito.
 
Perseroan, lanjutnya, juga melakukan inovasi melalui PT Kalbe Genexine Biologics dengan melakukan kolaborasi riset dan uji klinis dengan pihak ketiga untuk produk Novel di beberapa negara di Asia Tenggara, Australia dan Timur Tengah. 

Selain itu, Perseroan juga telah mendapatkan ijin dari Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk melakukan uji klinis fase 2B/3 vaksin Covid-19 – GX-19N. Vaksin ini adalah hasil kolaborasi kerjasama dengan Genexine dari Korea Selatan. 

“Ujiklinis telah mulai dilakukan di awal bulan Juli 2021 dan diharapkan produk bisa dipasarkan di kuartal keempat tahun ini,” terang Lukito.
 
Optimisme Perseroan untuk tumbuh, mendorong Perseroan terus konsisten melakukan aktivitas riset dan pengembangan. Melalui sinergi ABGC (Akademisi, Business, Government dan Komunitas), Perseroan terus berkolaborasi menghasilkan produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (hilirisasi produk) dan mampu memberikan kontribusi pada performa bisnis Perseroan.
 
Di lain pihak, Perseroan membuka kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam bentuk joint-venture, akusisi atau bentuk kerja sama bisnis lainnya.
 
Sebagai infromasi, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; Divisi Obat Resep; Divisi Produk Kesehatan yang menangani obat bebas, juga minuman suplemen dan siap saji, Divisi Nutrisi; dan Divisi Distribusi & Logistik.
 
Kalbe kini memiliki 41 anak perusahaan and 15 fasilitas produksi berstandar internasional, mempekerjakan sekitar 16.000 karyawan dan mempunyai 76 cabang distribusi & logistik di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia.[fah].


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver