KJRI Jeddah: Hendaknya, Masyarakat Tahan Dulu Keinginan Umrah

Kabar Tanah Suci  JUMAT, 30 JULI 2021 | 11:27 WIB

KJRI Jeddah: Hendaknya, Masyarakat Tahan Dulu Keinginan Umrah

Dengan keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka Ibadah Umrah untuk jamaah internasional mulai 1 Muharram 1443 Hijriyah atau 10 Agustus 2021, diyakini banyak masyarakat Indonesia menyambutnya dengan antusias.

Oleh karena itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah Eko Hartono meminta masyarakat untuk bisa menahan diri. Ia meminta masyarakat Indonesia untuk menunda dulu keinginan untuk umrah hingga situasi pandemi membaik.

"Untuk saat ini, sebaiknya menunda dulu umrah sambil berusaha agar pandemi COVID-19 di Indonesia bisa segera ditangani bersama dengan baik," katanya dari Kosulat Jenderal RI di Jeddah, Arab Saudi, Jumat (30//2021).

Sementara itu, Surat Edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 25 Juli 2021 menyebutkan, Ibadah Umrah dibuka kembali pada 1 Muharram atau 10 Agutus 2021 bagi masyarakat Arab Saudi dan jamaah internasional.

Penerbangan langsung diizinkan dari semua negara kecuali India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon--yang diharuskan menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Arab Saudi.

Sehubungan itu, Eko mengatakan bahwa masyarakat yang tetap ingin umrah  bisa dicoba melalui negara ketiga dengan ketentuan karantina 14 hari di negara tersebut. Namun dia meminta, masyarakat memastikan negara tersebut tidak ada hambatan masuk Saudi.

Diingatkan KJRI itu, umrah melalui negara ketiga pasti akan membutuhkan proses yang lebih lama dan biaya yang lebih mahal.

"Juga pembatasan gerak selama ibadah karena protokol kesehatan yang bagi sebagian akan dirasakan kurang nyaman," katanya.

Ia mencontohkan pengalaman yang dialami warga Indonesia yang mencoba memasuki Arab Saudi melalui Ethiopia.

Selain melakukan karantina di negara ketiga, Eko juga mengatakan bahwa jamaah umroh asal Indonesia tetap harus memenuhi aturan lain yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi, antara lain tes COVID-19 negatif, menerima vaksin COVID-19 yang telah ditetapkan, berusia di atas 18 tahun serta menggunakan agen umroh yang telah disahkan Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi.[ros]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver