Pengamat: Coretan di Sepanduk Puan Tanda Kritik Metafora, Bukan Penghinaan

NASIONAL  RABU, 28 JULI 2021 | 10:15 WIB | Aldi Rinaldi

Pengamat: Coretan di Sepanduk Puan Tanda Kritik Metafora, Bukan Penghinaan

Net

Pengamat Politik Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan Institute), Muhammad Mualimin angkat bicara terkait Baliho Ketua DPR RI, Puan Maharani yang dicoret Open BO oleh sejumlah oknum tak dikenal.

Munurutnya, rakyat saat ini sudah mulai tidak mempan dengan selogan PDIP 'Partai Wong Cilik'. Jadi coretan di spanduk Puan itu tanda kritik metafora, bukan penghinaan.

"Sebenarnya itu kan satirisme. Kalau di Perancis yang politisinya berpikir dewasa, itu hal biasa. Rakyat butuh makan, pekerjaan, layanan kesehatan, lha kok ketua DPR RI malah muncul dalam bentuk spanduk. Apa maksudnya? Masyarakat makan spanduk?," kata Mualimin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/7).

Lanjut, Mualimin mengatakan, ini bukan saatnya politisi tebar foto atau pemanasan pencitraan. Ditengah pandemi seperti ini, rakyat tak peduli dengan politik, kata dia, yang dipikir rakyat saat ini hanya makan dan hidup sehat.

"Yang diharapkan rakyat itu bantuan materi dan uang untuk bertahan hidup, malah foto Puan yang nongol," ucap Mualimin.

Sementara itu, Mualimin juga menilai atas pelaporan yang dilakukan kubu PDI Perjuangan itu kepada pihak yang berwajib. Karena, seharusnya ini menjadi bahan koreksi bukan saling lapor.

"Pelaporan PDIP saya kira berlebihan dan lebay. Harusnya coretan jadi bahan renungan, apa yang salah dari PDIP selama 7 tahun berkuasa," tandasnya.

Lalu, Mualimin menegaskan, kontemplasi para politisi PDIP menjadi penting. Sebab, bila salah menanggapi kritik, maka 2024 mendatang suara PDIP bisa habis.

"Rakyat hari ini banyak jatuh miskin dan mati dihajar COVID-19 yang tak kunjung diatasi pemerintah," pungkas Mualimin.

Sebelumnya, sejumlah baliho bergambar Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani di sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim) menjadi sasaran aksi vandalisme coretan cat semprot bertuliskan Open BO, PKI dan Koruptor.

Salah satunya di depan Kantor DPC PDIP Blitar. Baliho Puan yang mengucapkan selamat atas pelaksanaan Rapat Kerja Daerah PDIP Jawa Timur di Bumi Bung Karno 21 Juni 2021 ditemukan dengan coretan 'Open BO'.

Diketahui, Open BO merupakan istilah berkonotasi negatif, diyakini terkait penawaran prostitusi yang dilakukan untuk menarik pelanggan secara daring.

Berdasarkan informasi, coretan baliho itu sudah terlihat sejak 22 Juli 2021. Setelah muncul tulisan vandal di baliho bergambar putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut, kader partai tersebut kemudian mengadukannya ke kepolisian setempat. [Irm]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver