PPKM Level 4 dengan Pelonggaran Bikin Wali Kota Palembang Bersyukur

POLKAM  SENIN, 26 JULI 2021 | 20:40 WIB

PPKM Level 4 dengan Pelonggaran Bikin Wali Kota Palembang Bersyukur

Wali Kota H Harnojoyo bersyukur. Kendai PPKM Level 4 di Palembang diperpanjang hingga 4 Agustus 2021, pelaku usaha bisa beraktivitas tanpa dibatasi jam operasionalnya.

Perasaan syukur dan leganya itu disampaikan Wali Kota usai Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi PPKM level 4 bersama DPRD Kota Palembang, Gugus Tugas dan Forkopimda di Banmus DPRD, Senin (26/7/2021).

"Kita bersyukur, aturan yang keluar dari Pemerintah Pusat ada kelonggaran khususnya usaha kecil yang boleh buka tapi kerumunannya tetap dilarang. Jadi walau boleh buka tapi prokes ketat tetap dijalani, " katanya dilansir infosumsel.ID.

Dengan adanya pelonggaran tersebut, diharapkannya upaya pemerintah kota Palembang dalam pemulihan ekonomi dan kesehatan dapat beriringan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan yang ketat.

Harnojoyo mengatakan bahwa bagi mall, cafe, pasar swalayan dibatasi beroperasi sampai pukul 20:00 WIB dengan kapasitas pengunjung hanya 50 persen. Pelayanan makan di tempat hanya 25 persen. Kecuali apotek dan fasilitas kesehatan dipersilahkan buka selama 24 jam.

"Kita sekarang berupaya agar pemulihan ekonomi dan kesehatan berjalan beriringan tinggal prokesnya saja diatur ketat. Nah terkait waktu dan aturan sedang kita susun, surat edarannya segera keluar, " jelas dia.

Berdasarkan Inmendagri nomor 26 tahun 2021 tempat-tempat seperti Pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka.

Dalam Inmendgari juga menyebutkan, rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada pada lokasi sendiri dapat melayani makan di tempat/dine in dengan kapasitas 25% (dua puluh lima persen) dan menerima makan dibawa pulang dengan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sedangkan, restoran/rumah makan, kafe dengan skala sedang dan besar baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat.

Sementara semua kantor pemerintahan masih berjalan dengan pembatasan 25 persen Work From Office (WFO) dan 75 persen Work From Home (WFH). Dan pelaksanaan kegiatan non esensial diberlakukan 100 persen WFH.[ros]


Komentar Pembaca
Preman Jadi Mualaf

Preman Jadi Mualaf

Ahad, 26 September 2021 | 18:55

Tragis Pensiunan Polisi Ngemis Jadi Manusia Silver