Tingginya Angka Kematian Covid-19 Dipicu Tipisnya Stock Vaksin

POLKAM  SENIN, 26 JULI 2021 | 20:10 WIB

Tingginya Angka Kematian Covid-19 Dipicu Tipisnya Stock Vaksin

Gubernur H Herman Deru bersuara lantang, karena lambannya Pemerintah Pusat mendistribusikan Vaksin Covid-19 ke Provinsi Sumatera Selatan. Hal itu menghambat percepatan Program Vaksinasi Covid-19, di mana 85 persen korban meninggal belum divaksin.

Dikatakan Herman Deru, kematian akibat covid 19 di Sumsel disebabkan kurangnya dosis vaksin yang diberikan Pemerintah Pusat. Jumlahnya tidak sebanding dengan total masyarakat yang harus divaksinasi. Dan 85 persen masyarakat yang meninggal tersebut, belum mendapat vaksinasi.

“Kita semua tahu, ada 85 persen mereka yang meninggal akibat COVID-19 itu belum divaksin,” kata Herman Deru seperti dilansir infosumsel.ID.

Dirinya, menyayangkan di saat pemerintah provinsi tengah menggencarkan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat, justru tidak diimbangi dengan stock vaksin yang dikirim Pemerintah Pusat.

“Antusiasme masyarakat untuk vaksin sangat tinggi, makanya saya minta cepat kepada pemerintah pusat agar cepat merealisasikan stok vaksin untuk wilayah Sumsel,” tegas Gubernur.

Dikatakannya, akibat stock vaksin yang menipis  fasilitas kesehatan di Sumsel menghentikan sementara suntik vaksinasi antiCOVID-19.

“Saya ngotot minta ke Pusat, dialokasikan vaksin yang maksimal agar stock vaksin di Sumsel ini dapat ditambah,” tegasnya.

Deru menjelaskan, kebutuhan vaksin di Sumsel tercatat sebanyak 13 juta dosis. Sedangkan di Sumsel sendiri per harinya bisa mencapai 100 ribu dosis vaksin. Namun Sumsel selama ini hanya mendapat alokasi vaksin sekitar 360 ribu dosis per bulan.

“Kebutuhan kita di Sumsel ini besar, kapan mau selesainya vaksinasi kalau stoknya saja kita kurang, bahkan belum dapat,” bebernya.[ros]


Komentar Pembaca