Mini Market Menjamur, Politisi Gerindra Desak Anies Bertindak

POLKAM  SENIN, 26 JULI 2021 | 19:40 WIB | Aldi Rinaldi

Mini Market Menjamur, Politisi Gerindra Desak Anies Bertindak

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Fraksi Gerindra Thopaz Syamsul Nugraha meminta,  Gubernur Anies Baswedan meninjau kembali aturan pendirian mainnya mini market demi asas keadilan ekonomi.

"Pak Anies harus mengecek kembali aturannya. Apakah mini market ini sudah sesuai aturan yang ada. Contoh kecilnya dari izin, zonasi hingga jam operasional pun harus dicek kembali," ujar Thopaz di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Thopaz khawatir dengan menjamurnya mini market modern ini nantinya dapat berujung monopoli ekonomi di sektor ritel. Sedangkan pedagang kelontong atau warung-warung kecil punah secara perlahan.

"Saya tidak ada niat membatasi ekspansi minimarket-minimarket modern, namun demi asas keadilan ekonomi serta saya juga peduli terhadap warung-warung kecil dan pedagang kelontong agar mereka juga dapat berkembang bisnisnya," ungkap Thopaz.

Lagipula, ia khawatir jika merebaknya minimarket ini suatu saat akan terjadi monopoli ekonomi di sektor ini.

Politikus muda ini berharap agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dapat mengecek mininarket-minimarket ini.

Maka dari itu, Thopaz juga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, ke depan bisa lebih memberdayakan dan mendukung UMKM atau pedagang kecil di Jakarta.

"Artinya, Pak Anies bisa memberikan kesempatan kepada pedagang-pedagang kecil untuk berkompetisi dengan minimarket atau ritel modern lainnya," tandasnya.

"Hal ini penting agar pedagang-pedagang kecil pun bisa turut berkembang dan maju perekonomiannya," pungkas Thopaz.

Sementara itu, Politikus Muda Partai Gerindra itu juga meminta kepada masyarakat setempat agar belanja kebutuhan sehari-harinya di Toko Kelontong (Warung), supaya roda perekonomian dapat berputar efektif.

Di tengah-tengah keprihatinannya tersebut, Thopaz melihat di sisi lain ada minimarket yang semakin merebak keberadaannya dan tidak begitu terdampak oleh pandemi COVID-19 ini.

"Saya amat prihatin karena saat ini banyak UMKM atau Toko Kelontong yang terengap-engap usahanya, maka saya inisiatif kampanyekan ke masyarakat agar belanja di warung kelontong terdekat di wilayah masing-masing," tungkas Thopaz.[ros]


Komentar Pembaca