BIN Fokus Vaksinasi Massal Santri Madrasah di Sulsel

Kesehatan  SENIN, 26 JULI 2021 | 02:57 WIB | Sunarya Sultan

BIN Fokus Vaksinasi Massal Santri Madrasah di Sulsel

Foto/net

MoeslimChoice | Vaksinasi massal virus corona yang difokuskan kepada santri madrasah yang berada di Sulawesi Selatan dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Pemerintah Kabupaten Gowa.

Dikatakan Kepala BIN Daerah Sulawesi Selatan, Brigjen TNI Dwi Surjatmodjo, vaksinasi kali ini difokuskan untuk santri madrasah agar menjangkau lebih banyak kalangan pelajar.

"Jadi vaksin kali ini kita menyasar sasaran lain, yaitu Madrasah. Mudah-mudahan program ini berkelanjutan tidak berhenti disini. Kita harus terlibat untuk menangani pandemi ini. Jangan ada pemikiran bahwa ini tugas salah satu pihaknya saja," ujar Kabinda Sulsel, Minggu (25/7/2021).

Lebih lanjut Dwi mengungkapkan bahwa secara nasional BIN menargetkan 15 ribu anak divaksin, khususnya santri. Di Sulsel ditargetkan sekitar 2.500 santri yang divaksin.

"Mudah-mudahan program ini berkelanjutan tidak berhenti di sini, kekebalan kelompok yang kita harapkan dari Vaksinasi. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dan seluruh bangsa Indonesia," tukasnya.

Terpisah, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjelaskan bahwa ini kontribusi BIN dalam mempercepat pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity di Indonesia khususnya di kalangan pelajar.

"Hari ini BIN telah memberikan kontribusinya untuk mempercepat pembentukan kekebalan kelompok bekerja sama dengan Pemkab Gowa dan juga Kementerian Agama," ucap Bupati Gowa.

Demi mencapai kekebalan kelompok, sambung Adnan, maka 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia harus sudah divaksin. Adnan menyebut vaksinasi harus tetap berlanjut agar bisa cepat keluar dari pandemi Covid-19 dan aktivitas belajar mengajar bisa kembali normal seperti biasa.

"Kalau kita mampu percepat ini, maka kita bisa segera mengakhiri pandemi Covid-19. Kita akan terus lanjutkan, karena setiap hari kite menargetkan 25l.500 orang baik siswa dan masyarakat yang divaksin. Kalau semua siswa sudah divaksin baru sekolah tatap muka," tutupnya. [ary]


Komentar Pembaca