Taliban Bersikeras, Amerika Serikat Tampak Melunak

Internasional  MINGGU, 25 JULI 2021 | 15:10 WIB

Taliban Bersikeras, Amerika Serikat Tampak Melunak

Para pendukung Taliban konvoi/net

Tentara Amerika Serikat (AS) telah ditarik dari Afghanistan seiring Pasukan Taliban berhasil memengang kendali di sana. Sementara Rusia memperlihatkan dukungan untuk berkuasanya kembali Taliban di Afghanistan, AS memperlihatkan sikap melunak dengan menyerukan Taliban untuk ikut negosiasi serius.

Dikutip dari VOA, Minggu (25/7/2021), AS telah meminta Taliban terlibat dalam negosiasi serius. Permintaan disampaikan AS setelah Taliban bersikeras bahwa tidak ada perdamaian di Afghanistan,  sampai terbentuk pemerintahan baru yang dirundingkan di Kabul dan Presiden Ashraf Ghani digulingkan.

Dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Associated Press, Juru Bicara Taliban Suhail Shaheen, yang juga anggota tim perunding kelompok itu, menjelaskan sikap pihaknya. Yaitu tentang apa yang harus terjadi selanjutnya di Afghanistan yang merupakan negara pegunungan itu.

Sementara itu dalam jumpa pers lewat telepon, Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jalina Porter, mengatakan,"Kami meminta Taliban terlibat dalam negosiasi serius untuk menentukan peta jalan politik bagi masa depan Afghanistan yang mengarah pada penyelesaian yang adil dan langgeng.”

Dia menambahkan,“Kami terus melakukan semua upaya yang memungkinkan untuk terus mengupayakan dan mendukung proses diplomatik menuju perdamaian. Bersama dengan komunitas internasional kami mendesak semua pihak untuk mencapai penyelesaian politik yang dinegosiasikan dan gencatan senjata permanen dan komprehensif.”

Sementara itu diberitakan sebelumnya, Rusia berpendapat bahwa  keuntungan yang diraih Taliban di Afghanistan utara berdampak pada peningkatan keamanan. Karena kelompok Taliban bermusuhan dengan Islamis ekstremis, yang oleh Moskow dinilai lebih berbahaya.

Taliban memperoleh kemajuan besar ketika pasukan AS undur dari negara itu setelah berperang 20 tahun di sana. Keluarnya tentara AS menjadi masalah keamanan yang mengkhawatirkan Moskow karena kemungkinan sejumlah pengungsi akan memasuki wilayah Asia Tengah, pekarangan belakang negara Rusia, dan mendestabilitasi garis pertahanan di bagian selatan negara itu.

Dberitakan Kantor Berita Interfax, dilomat senior Rusia Zamir Kabulov, utusan khusus Presiden Vladimir Putin di Afghanistan, mengatakan bahwa  kemajuan Taliban di Afghanistan utara juga memiliki keuntungan keamanan bagi sekutu Rusia di Asia Tengah seperti Tajikistan dan Uzbekistan.

Rusia menyatakan kekhawatiran atas apa yang digambarkannya sebagai kekuatan yang semakin berkembang dari unsur-unsur terkait ISIS di Afghanistan utara.

Kabulov juga dikutip mengatakan, Taliban setidaknya berupaya untuk menghadapi dan mengalahkan kelompok-kelompok tersebut.

Kantor berita Interfax juga mengutip Kabulov yang menyatakan Rusia sejauh ini tidak melihat bukti bahwa Taliban berusaha menyeberangi perbatasan ke wilayah Tajikistan atau Uzbekistan. [ros]


Komentar Pembaca