PKS: BSI Harus Mencapai Target tanpa Meninggalkan Umat

Ekonomi Syariah  MINGGU, 25 JULI 2021 | 07:40 WIB | Aldi Rinaldi

PKS: BSI Harus Mencapai Target tanpa Meninggalkan Umat

Bank Syariah Indonesia (BSI) ingin menjadi 10 besar bank syariah global pada tahun 2025. BSI memproyeksikan pada periode tersebut, kapitalisasi pasar Bank Syariah Indonesia telah mencapai US$ 7,5-8 miliar.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Ekonomi Anis Buyarwati megatakan, Bank Syariah Indonesia memang harus besar, tetapi dengan catatan tidak melupakan akarnya.

"BSI jangan seperti beberapa waktu lalu yang berdampak Muhammadiyah akan menarik dananya   jika tidak berpihak pada masyarakat kecil," ujar Anis Buyarwati di Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS ini menyebutkan, rasio pembiayaan UMKM sejak Desember 2020 sebelum merger hingga Maret 2021 hanya meningkat 0,23 persen. Bahkan, jika dilihat dari berdirinya BSI di bulan Februari 2021, porsi pembiayaan UMKM hanya naik 0,01 persen saja.

"Kondisi ini seolah membenarkan bahwa _merger_ Bank Syariah BUMN ini hanya melihat potensi dana masyarakat muslim saja tanpa mau tau kondisi ekonomi umat yang sebenarnya, sehingga enggan menyalurkan pembiayaan ke UMKM secara lebih ekspansif," kata Anis sapaan akrabnya.

Menurut Anis, saat krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 ini BSI seharusnya mampu menjawab tantangan, dengan membuktian bahwa anggapan BSI tidak bersama umat itu tidak tepat.

"Perhatian BSI terhadap wafatnya lebih dari 500 ulama dan kyai misalnya, kurang memperlihatkan simpati yang berarti. Padahal para ulama inilah yang sangat membantu untuk membuat masyarakat muslim percaya kepada BSI sebagai tempat menempatkan dana," tuturnya.

Ia pun menyanyangkan, BSI sebagai sebuah lembaga keuangan bernafaskan syariah yang berorientasi pada maqoshid syariah, semestinya menghadirkan empati dan simpati terhadap hilangnya banyak nyawa rakyat di masa pandemi.

"Ini bisa dijadikan sebagai agenda kerja utama untuk membuktikan bahwa BSI adalah milik umat Islam dan bersama umat pula ketika menghadapi masa sulit seperti sekarang ini, umat Islam bukan hanya sebatas _potential market_ semata," tandas Anis.

Wakil Ketua BAKN DPR RI ini juga menekankan, pendekatan BSI dalam rangka mencapai target 10 besar bank syariah global akan mudah tercapai bila bersinergi dengan umat dan menjalankan strategis bisnis yang unik dan berbeda dengan pola bank konvensional lainnya.

"Dengan membuat diferensiasi maka BSI akan tampak lebih unggul dibandingkan layanan lainnya, segala yang unik dan berbeda akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen," pungkas Anis.

Kemudian, Politisi PKS ini pun menambahkan, jika ingin menjadi 10 besar bank syariah global, BSI harus bisa mensinergikan progress kegiatan merger-nya, tantangan bisnis yang berat dan mewujudkan keberpihakan kepada permasalahan umat, dengan tetap menjaga sustainabilitas kondisi keuangan perusahaan dan keberkahan.[ros]


Komentar Pembaca