Fuad Bawazier: PPKM Level 4 Sangat Reaktif dan High Cost

EKONOMI  MINGGU, 25 JULI 2021 | 07:10 WIB | Aldi Rinaldi

Fuad Bawazier: PPKM Level 4 Sangat Reaktif dan High Cost

Direktur Eksekutif Penelitian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, dikotomi kebijakan ekonomi dan kesehatan dalam penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau kini yang disebut PPKM Level 4 tidak tepat.

Ia mengatakan, sekarang ini seolah prioritas ekonomi jangka pendek di atas ekonomi jangka panjang.

"Prioritas kesehatan adalah prioritas ekonomi jangka panjang seharusnya di atas ekonomi jangka pendek," ujar M Faisal dalam diskusi virtual Narasi Institute pada Sabtu (24/7/2021).

Faisal memprediksi bahwa target 3.5-4.0 persen masih terlalu tinggi imbas PPKM Darurat atau kini yang bernama PPKM Level 4.

"Kalau dari kami, perkiraan kalkulasi kami termasuk yang sudah direvisi kemarin menjadi 3,7 - 4,5 persen itu juga masih terlalu tinggi. Kami sudah prediksikan bahwa di 2021 ini hanya 3-4 persen, tapi dengan adanya lonjakan kasus kita masih percaya pada range itu, tapi sekarang lebih mengarah ke tiga persen," jelas Faisal.

Sementara itu, mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazer, mengingatkan bahwa kebijakan yang ada saat ini sangat reaktif dan tidak antisipatif terhadap krisis yang terjadi akibat pandemi.

Hal itu, kata dia, terjadi high cost economy untuk mempertahankan kekuasaan baik disisi kesehatan maupun ekonomi.

“Pemerintah saat ini  berusaha melanggengkan kuasaan dengan high cost economy akhirnya sangat reaktif dan tidak antisipatif terhadap krisis yang terjadi akibat pandemi baik disisi kesehatan maupun ekonomi," tegas Fuad Bawazier.

Fuad berharap, Presiden harus segera menghentikan vested interest atas penanganan pandemi ini termasuk kepentingan kepentingan bisnis di dunia farmasi.

“Dunia farmasi itu seperti dunia narkoba tapi legal. Ada obat kanker paru-paru yang disini sangat mahal di India murah apalagi dalam hal vaksin ini, karena vaksin ini bisnis milyaran dolar, harus diwaspadai mafia farmasi," tandas Fuad.

Tak hanya itu, Fuad juga melihat, jika hingga saat ini Indonesia belum dapat mengendalikan kasus COVID-19 karena positif rate yang masih tinggi.

“Kondisi covid kita saat ini masih mencekam meskipun ada pejabat yang mengatakan covid ini sudah terkendali ada klaim klaim yang menyesatkan yang miss leading. Positif rated kita masih tinggi dimana terkendalinya," pungkas Fuad Bawazer.[ros]


Komentar Pembaca