Hari Gini, Anggota DPRD Berijazah Palsu..Penjara Menanti

POLKAM  RABU, 14 JULI 2021 | 11:40 WIB

Hari Gini, Anggota DPRD Berijazah Palsu..Penjara Menanti

Setelah menjadi tersangka menggunakan ijazah palsu pada Oktober 2020,  Anggota DPRD Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau,  Rini Pratiwi kemarin menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Ardiansyah, Rini dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

JPU menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana menggunakan gelar tidak sesuai atau palsu. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 68 Ayat 3 Juncto Pasal 21 Ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara satu tahun penjara. Terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 100 juta dan subsider enam bulan kurungan,” kata JPU dalam persidangan di PN Tanjungpinang dikutip dari Antara, Rabu (14/7/2021).

Menurut jaksa, hal yang memberatkan terdakwa ialah berbelit dalam persidangan, serta tidak mengakui perbuatannya. Hal yang meringankan ialah terdakwa belum pernah dihukum.

Merespons tuntutan JPU, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan akan menyampaikan pembelaan secara tertulis.

Ketua Majelis Hakim PN Tanjungpinang Boy Syailendra menunda sidang hingga satu pekan mendatang, dengan agenda pembelaan dari terdakwa.

“Sidang akan dilanjutkan pada Rabu, 21 Juli 2021 mendatang,” kata Boy.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, terdakwa menyelesaikan studi S2 di Universitas Kejuangan 45 Jakarta pada 10 Desember 2014 dengan memperoleh gelar Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Pendidikan.

Selanjutnya, terdakwa mendaftar sebagai Bakal Calon anggota DPRD Tanjungpinang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang dengan menggunakan gelar M.Pd. Sebelum penetapan sebagai calon oleh KPU Tanjungpinang, terdakwa mengajukan perubahan gelar akademik.

Semula, terdakwa menggunakan gelar M.Pd, kemudian diubah menjadi M.MPd. Selanjutnya, dalam pileg, terdakwa terpilih menjadi Anggota DPRD Tanjungpinang. Dalam surat keputusan KPU tentang penetapan calon terpilih anggota DPRD Tanjungpinang tahun 2019, tercantum nama terdakwa Rini Pratiwi dengan gelar akademik yang digunakan adalah MM.Pd.

Sampai terdakwa dilaporkan oleh saksi Pandi Ahmad Simangunsong ke Polres Tanjungpinang, terdakwa masih menggunakan gelar akademik MM.Pd.

Berdasarkan studi yang ditempuh seharusnya gelar digunakan oleh terdakwa adalah dengan singkatan M.M bukan M.Pd atau MM.Pd. Perempuan politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini ditetapkan sebagai tersangka kasus ijazah palsu oleh Polres Tanjungpinang Selasa tanggal 20 Oktober 2020.[ros]


Komentar Pembaca