PKB Minta Vaksinasi Gotong Royong Individu Berbayar Dibatalkan

POLKAM  SENIN, 12 JULI 2021 | 11:45 WIB

PKB Minta Vaksinasi Gotong Royong Individu Berbayar Dibatalkan

Nihayatul Wafiroh PKB/Net

Pemerintah kini membuka vaksinasi gotong royong individu berbayar yang bisa didapat di Klinik Kimia Farma. Hal ini sendiri menuai kritik dari banyak kalangan.

Ada dorongan agar vaksinasi gotong royong individu ini dibatalkan. Dorongan itu datang dari Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PKB Nihayatul Wafiroh. Nihayatul meminta vaksinasi individu ini dibatalkan, bukan ditunda.

"Vaksin Gotong Royong individual jangan ditunda pelaksanaannya, tapi dibatalkan!" kata Nihayatul kepada wartawan, Minggu (11/7/2021).

Dia mengaku skema vaksinasi gotong royong berbayar ini tak pernah didiskusikan dengan DPR. Menurutnya, aturan ini juga melanggar keputusan Presiden Jokowi soal menggratiskan vaksin Corona.

"Kami tidak pernah tahu soal vaksin gotong royong individual ini. Perubahan Permenkes juga tidak pernah didiskusikan dengan DPR. Ini jelas melanggar keputusan presiden untuk menggratiskan vaksin buat rakyat Indonesia," ungkapnya.

Dia mengatakan akan meminta penjelasan langsung kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi.

Sementara itu, Kemenkes menjelaskan bahwa vaksinasi Gotong Royong individu ini untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity).

"Vaksinasi Gotong Royong individu mendukung percepatan program vaksinasi pemerintah guna mencapai kekebalan kelompok," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, saat dihubungi, Minggu (11/7).

Dia menegaskan bahwa saat ini pemerintah tetap memprioritaskan pelaksanaan vaksinasi gratis. Menurutnya, vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia.

"Pemerintah tetap memprioritaskan pelaksanaan vaksinasi gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan terus mengupayakan ketersediaan vaksin. Apapun jenis vaksinnya, vaksin yang terbaik adalah yang tersedia bagi kita," tuturnya.[tyo]


Komentar Pembaca
Dosa Kah Jika Membangun Masjid Menyerupai Gereja
Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:35

BUDAYAWAN: RASIS!

BUDAYAWAN: RASIS!

MCTVRabu, 19 Januari 2022 | 11:56

USTADZ HILMI: SEMOGA ORANG INI SEGERA ISTIGHFAR & TAUBAT
Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

NasionalKamis, 20 Januari 2022 | 22:55

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

POLKAMSelasa, 18 Januari 2022 | 13:20

GUS ARYA: AKU MINTA MAAF, KASIHANILAH SAYA, TOLONG
Sempurnakan Standarisasi Dai, MUI Gelar Multaqot Du'at
Nusrat: Karena Beragama Islam, Saya DIpecat

Nusrat: Karena Beragama Islam, Saya DIpecat

InternasionalMinggu, 23 Januari 2022 | 16:00

LSBPI MUI akan Gelar Pertemuan Seniman-Budayawan Muslim

LSBPI MUI akan Gelar Pertemuan Seniman-Budayawan Muslim

Inspirasi IslamMinggu, 23 Januari 2022 | 15:34

Ahok Dirumorkan Calon Kepala Otorita IKN, Ruhut: Wuuu..

Ahok Dirumorkan Calon Kepala Otorita IKN, Ruhut: Wuuu..

POLKAMMinggu, 23 Januari 2022 | 15:22

Mengapa Harus Pindah ke TV Digital, Ini Penjelasannya

Mengapa Harus Pindah ke TV Digital, Ini Penjelasannya

NasionalMinggu, 23 Januari 2022 | 14:53